Lebih dari 5.000 Siswa Terdampak Keracunan MBG, Tuntutan Evaluasi dan Penghentian Sementara Mengemuka
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Lonjakan kasus keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerang ribuan siswa di berbagai wilayah memicu gelombang kritik. Desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh—bahkan menghentikan sementara pelaksanaan program—kian kuat.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menyampaikan kekhawatiran bahwa program yang seharusnya menyehatkan anak-anak justru membawa risiko kesehatan serius. Ia menekankan bahwa evaluasi mendalam sudah menjadi tuntutan banyak pihak.
“Bu Puan Maharani sudah menyampaikan sikap DPR secara terbuka. Kami meminta dilakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG,” ujar Esti saat kunjungan kerja ke Kantor Pemda Gunungkidul, Rabu (24/9/2025).
Esti menyoroti penggunaan dapur besar (sentralisasi dapur) dalam penyediaan makanan MBG. Konsep ini dianggap tidak sebanding dengan risiko higienis dan distribusi.
“Lebih baik sekolah-sekolah yang sudah punya dapur umum tetap beroperasi, tapi dengan kapasitas terbatas. Distribusinya jadi lebih dekat, dan kualitas makanan bisa lebih terjaga,” sarannya.
- Penulis: Bobby Suryo



