Breaking News
Trending Tags

Menjelang HUT RI dan Pilkades: Bahasa Satir dan Sarkasme Bermunculan di Spanduk

  • account_circle Hasanah 011
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026 19:06 WIB
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Begitulah ragam bahasa satir yang disampaikan warga Dusun Citeula Desa Karanglayung Kecamatan Conggeang sumedang dalam mengekspresikan serta mengartikulasikan HUT RI ke 81 atas perilaku pemangku kebijakan selama ini.

Ada juga bahasa ‘satir’ nadanya pedas hampir ke ‘sarkasme’, tapi masih masuk satir.Yaitu,

“Kami Kibarkan Bendera Merah Putih Untuk Menghormati Para Pahlawan. Bukan untuk Merayakan kemerdekaan Negara kami. Karena Kami Masih di JAJAH Bangsa Kami Sendiri,”
“Indonesia berdaulat Adil Bagi yang Makmur”,tulisnya.

Tulisan diatas merupakan jenis satir dan sedikit sarkasme. Kenapa…? Karena satirnya di plesetin, semboyan negaranya “Berdaulat, Adil, dan Makmur”, itu merupakan teknik satir klasik. Sedangkan sarkasmenya,”Bagi yang Makmur” itu pedes banget. Arti kata, langsung nyindir, bahwa hukum tajam ke bawah.

Lain hal dengan tulisan sarkasme lainnya yang tanpa basa basi sindiran itu langsung tanpa halus tanpa kode-kode lagi. Nah, kalau sudah kepepet, keluarlah jenis sarkasme ini.
“Ingat..! “Kalian Cuma Kacung” Disini “Kamilah Rajanya”

Menjelang HUT RI dan Pilkades: Bahasa Satir dan Sarkasme Bermunculan di Spanduk 1

Foto . Dok . Asp

Hal tersebut merupakan sebuah peringatan bagi Pemangku Kebijakan, baik yang masih menjabat, ataupun merupakan peringatan politik bagi bakal calon kepala desa yang akan bertarung nanti. Agar Kepala Desa terpilih nanti dapat memahami keinginan warga dan benar-benar mampu dalam menjalankan amanat rakyatnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 011
expand_less