Melalui Forum Hari AIDS Sedunia, Pemkot Bandung Dorong Kesetaraan Hak bagi ODHIV
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Kamis, 12 Des 2024
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

Memperingati Hari AIDS Sedunia 2024, Pemkot Bandung mengusung tema 'Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa' sebagai seruan untuk mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan terhadap ODHIV. Bersama, kita dapat mewujudkan perubahan yang lebih inklusif dan setara. (09/12/2024)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2024 dengan tema “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa” di Bandung Creative Hub, Senin, 9 Desember 2024.
Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asep Saeful Gufron menekankan pentingnya mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan terhadap ODHIV (Orang dengan HIV/AIDS), khususnya di Kota Bandung.
“ODHIV harus dirangkul dan tidak boleh ada diskriminasi. Kami juga mengajak kecamatan untuk memetakan dan mengedukasi masyarakat agar penderita HIV/AIDS bersedia terbuka dan menjalani pengobatan,” ujar Asep, seraya mengapresiasi kontribusi Community Organizer (CO), kewilayahan, dan KPA dalam penanganan isu ini.
Baca Juga: Pj. Bupati Sumedang Ajak Masyarakat Bersama Atasi HIV/AIDS
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bandung, sejak 1991 hingga September 2024 terdapat 12.170 kasus HIV/AIDS. Meskipun banyak kasus berasal dari luar Kota Bandung, Asep memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap diberikan tanpa diskriminasi.
“Mari bersama-sama memperjuangkan hak setara bagi ODHIV, meningkatkan edukasi, serta memberikan dukungan agar mereka merasa diterima di masyarakat. Bersama, kita bisa mengakhiri AIDS,” katanya.
Kepala Bagian Kesra Kota Bandung, Momon Ahmad Imron Sutisna menegaskan komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai target Three Zero pada 2030 yakni tidak ada infeksi HIV baru, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma terhadap ODHIV.
Rangkaian kegiatan HAS 2024 melibatkan berbagai program edukasi dan kolaborasi, seperti:
Baca Juga: Hari AIDS Sedunia, Anggota DPRD Jabar Hj Ijah Hartini Ajak Masyarakat
1. Pelatihan kader remaja di 30 SMP dan 30 MTs.
2. Kampanye pencegahan HIV/AIDS oleh universitas dan institusi kesehatan.
3. Seminar internasional hybrid oleh RSHS.
4. Penyebaran informasi terkait infeksi menular seksual (IMS) di Kiara Artha Park.
5. Pemasangan spanduk HAS di 30 kecamatan, 151 kelurahan, dan 80 puskesmas.
Puncak acara diramaikan dengan pemutaran video eksperimen sosial dari Inti Muda Jawa Barat, nonton bersama, dan bedah film “Stigma” produksi LSM Pita Merah.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada enam CO berprestasi yakni Eti Wulandari (Sukajadi), Muhammad Alif Ridwan (Bojongloa Kaler), Enceng Imron (Cinambo), Arif Nurdiansyah (Cibeunying Kaler), Firman Afandi (Cibiru), dan Dewi Ardhi (Coblong). (Noviana)
- Penulis: hasanah 006
