“Ekonomi sedang rontok dan bahwa kondisi ini sepenuhnya disebabkan oleh kebijakan pemerintah bahkan menjadi jelas buat presiden,” kata Refet Gurkaynak, Guru Besar Ekonomi di Universitas Bilkent, Ankara.
Enam pejabat pemerintah Turki yang ditanyai Reuters mengakui bekas menteri keuangan Naci Agbal yang ditunjuk Erdogan memimpin Bank Sentral bertentangan dengan keinginan Albayrak. “Sosok yang ditunjuk bukan figur yang bisa bekerja dengan Albayrak, bukan orang yang memiliki pandangan ekonomi yang sama,” kata salah seorang pejabat ekonomi Turki.
Pernyataan pengunduran diri Albayrak sebaliknya tidak membiaskan adanya kisruh politik di Ankara. Namun dia mengisyaratkan ketegangan di “masa sulit seperti ini, di mana hal baik dan buruk bercampuran, di mana sangat sulit untuk membedakan antara kebenaran dan kebohongan.”
Bagi Wolfango Piccoli, analis politik dari lembaga konsultan Teneo, mengatakan kisruh tersebut “memalukan secara politik” bagi Erdogan dan AKP. Menurutnya “Erdogan sudah menghabiskan banyak modal politik untuk membuka jalur karir bagi Berat di dalam partai,” katanya.