Acara ini dihadiri lebih dari 200 profesional dari berbagai subsektor ekonomi kreatif yang mendukung konsep ekonomi sirkular dengan melibatkan unsur budaya dan keberlanjutan.
Kerjasama erat antara pemerintah dan berbagai subsektor kreatif dianggap penting untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengurangi perbedaan antara aktivitas pelaku kreatif dan kebijakan pemerintah.
“Situasi saat ini masih jauh dari ideal; sering terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dijalankan para pelaku kreatif dengan kebijakan pemerintah,” ujar Gupta Sitorus, pendiri Museum Boga Indonesia dan Indonesia Dessert Week, yang turut serta mewakili subsektor kuliner.
Para pelaku ekonomi kreatif juga memberikan masukan mengenai berbagai kendala, termasuk klasterisasi subsektor dan penyusunan rencana strategis yang lebih terfokus. Mereka juga menyarankan penggunaan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebagai salah satu indikator kinerja tambahan, di samping kontribusi pada PDB.