Presiden Prabowo akan menata jumlah BUMN menjadi 250
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 20:22 WIB
- visibility 105
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemerintah Tata Jumlah BUMN Jadi 250 Perusahaan Efektif
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penataan BUMN menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan negara.
Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Pemerintah menyatakan target akhir dari penataan BUMN adalah menyederhanakan jumlah dan memperbaiki tata kelola agar anggaran negara lebih fokus pada pelayanan publik.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dari lebih seribu BUMN yang ada sebelumnya, pemerintah sudah menutup lebih dari 200 perusahaan.
Dalam pidatonya pada Minggu, 28 Juni 2026, Kepala Negara menyebut rencana pengurangan lebih lanjut sehingga jumlah BUMN di masa depan berkisar pada angka 250 hingga 300.
Presiden juga memperingatkan tentang beban overhead yang muncul dari struktur organisasi yang terlalu banyak.
Ia memaparkan skenario besarnya, seperti adanya ratusan direktur dan komisaris yang menambah pengeluaran tanpa kontribusi laba yang signifikan.
Menurut Prabowo, anggaran yang tersedot untuk pengelolaan yang tidak produktif adalah sumber kekhawatiran pemerintah.
Oleh karena itu, reformasi manajemen BUMN dan penyederhanaan struktur menjadi fokus kebijakan yang harus segera ditindaklanjuti.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



