Breaking News
Trending Tags

Presiden Prabowo akan menata jumlah BUMN menjadi 250

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 20:22 WIB
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Presiden menargetkan proses pembenahan dapat selesai dalam jangka waktu dekat, bahkan meminta agar tahap penting diselesaikan dalam tahun berjalan.

Selain itu, ia menegaskan komitmen untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan orientasi kerja BUMN demi kepentingan rakyat.

Prabowo juga menyampaikan rencana jangka menengah dimana dalam dua tahun BUMN diharapkan bekerja lebih efisien dan transparan.

Pemerintah memandang langkah ini bukan sekadar pemangkasan jumlah, melainkan restrukturisasi yang menitikberatkan pada kinerja.

Upaya tersebut melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi, tujuan, dan kontribusi setiap entitas BUMN.

Kebijakan ini diharapkan memperkuat tata kelola ekonomi nasional dan mengurangi pemborosan anggaran publik.

Dalam forum KSTI, Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik dan industri untuk mendorong pembangunan nasional.

Langkah rasionalisasi BUMN, tegasnya, akan diuji melalui indikator efisiensi dan manfaat langsung kepada masyarakat.

Proses penilaian dan pengambilan keputusan akan dilakukan secara bertahap dengan prinsip keterbukaan.

Dengan demikian, pemerintah berharap penataan BUMN menghasilkan perusahaan negara yang lebih ringan, profesional, dan berdaya saing.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less