Hajon Mahdy hibahkan AI untuk prediksi Karhutla 24 bulan
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026 04:06 WIB
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Teknologi AI Untuk Prediksi Risiko Karhutla 24 Bulan Sebelumnya: Inovasi dan Solusi Terkini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Hotama Technologies memperkenalkan sistem peta risiko yang menggunakan AI deteksi kebakaran hutan untuk memproyeksi potensi Karhutla hingga 24 bulan ke depan.
Teknologi ini dikembangkan oleh Hajon Mahdy, pengusaha dari Kalimantan Barat, dan dihibahkan tanpa biaya untuk mendukung upaya pencegahan di wilayah tersebut.
Sistem yang berbasis predictive analytics ini bekerja dengan mengolah berbagai variabel lingkungan dan data historis sehingga memungkinkan AI deteksi kebakaran hutan menghasilkan estimasi probabilitas kejadian dalam jangka menengah.
Tim pengembang menekankan bahwa proyeksi 24 bulan bukan prediksi pasti kapan api akan muncul, melainkan indikasi tingkat risiko yang dapat diperbarui seiring masuknya data baru.
Hajon Mahdy menyatakan bahwa pendekatan yang lebih preventif diperlukan, dan bahwa analisis data memungkinkan pembacaan pola yang memberi waktu lebih luas untuk mitigasi.
Sistem dibuat agar dapat mendukung pengambilan keputusan operasional, perencanaan prioritas wilayah rawan, dan alokasi sumber daya pencegahan secara lebih efektif.
Inisiasi teknologi ini diperkenalkan dalam forum strategis tentang penanganan Karhutla yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia setempat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




