Home OLAHRAGA Ndaru Padma Putri Dari Bencana Gempa Jogja Hingga Jadi Atlet Tenis Kursi Roda

Ndaru Padma Putri Dari Bencana Gempa Jogja Hingga Jadi Atlet Tenis Kursi Roda

Share
Semifinal Tenis Kursi Roda Pemain DI Yogyakarta Ndaru Patma Putri mengembalikan bola saat bertanding menghadapi atlet dari Papua Sri Atun dalam babak semifinal tunggal putri tenis kursi roda Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII Solo 2024, Jawa Tengah, di Lapangan Tenis manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (9/10/2024). Ndaru Patma Putri melaju ke babak final setelah mengalahkan Sri Atun dengan skor 2-0/DOK.PB PEPARNAS XVII
Semifinal Tenis Kursi Roda Pemain DI Yogyakarta Ndaru Patma Putri mengembalikan bola saat bertanding menghadapi atlet dari Papua Sri Atun dalam babak semifinal tunggal putri tenis kursi roda Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII Solo 2024, Jawa Tengah, di Lapangan Tenis manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (9/10/2024). Ndaru Patma Putri melaju ke babak final setelah mengalahkan Sri Atun dengan skor 2-0/DOK.PB PEPARNAS XVII
Share

HASANAH.ID, SOLO – Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII Solo 2024 menghadirkan berbagai atlet elite yang bersaing ketat, termasuk dari cabang olahraga tenis kursi roda. Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Ndaru Padma Putri, perwakilan kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ndaru, yang berasal dari Kabupaten Bantul, bukanlah nama baru di dunia tenis kursi roda. Atlet berusia 32 tahun ini telah menorehkan prestasi gemilang di berbagai ajang besar.

Pada PEPARNAS Riau 2012, ia meraih dua medali perunggu di nomor ganda dan beregu, disusul tiga medali emas di PEPARNAS Jabar 2016, serta satu medali emas di PEPARNAS Papua 2021. Di ajang ASEAN Para Games (APG) Solo 2022, ia juga berhasil mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Namun, di balik kesuksesan tersebut, tersimpan kisah pilu yang menjadi awal perjalanan kariernya sebagai atlet. Pada tahun 2006, ketika Ndaru masih berusia 14 tahun dan duduk di kelas 2 SMP, ia menjadi korban gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta. Saat itu, ia tertimpa puing rumah tetangganya ketika berusaha menyelamatkan diri.

Share
diskominfo kota sukabumi