Ngeri! Gempa Pacitan 6,2 Magnitudo Disebabkan Megathrust, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Besar
- account_circle anshori
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memastikan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Pacitan, pada Jumat 6 Februari 2026 dini hari berasal dari aktivitas gempa megathrust.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Guncangan gempa dilaporkan terasa di berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, bahkan hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Pacitan, Bantul, dan Sleman, intensitas getaran tercatat pada level IV MMI, yang berarti dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang. Sementara itu, wilayah Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, hingga Banjarnegara merasakan getaran dengan intensitas III MMI. Adapun Tuban dan Jepara mencatat intensitas II MMI, yang umumnya dirasakan oleh sebagian kecil penduduk.
Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 01.35 WIB, BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan yang signifikan. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Dari sisi dampak, data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat adanya kerusakan bangunan akibat gempa. Di Kabupaten Pacitan, satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu rumah di Kabupaten Wonogiri mengalami kerusakan ringan. Dampak serupa juga tercatat di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan empat rumah rusak ringan di Bantul dan satu rumah rusak ringan di Sleman.
- Penulis: anshori



