Pasar Saham Turki Anjlok Usai Penahanan Imamoglu, Investor Panik
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month 24 Maret 2025, 03:32 WIB
- visibility 106
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi saham Turki. (Sumber: Reuters)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, NASIONAL – Perekonomian Turki menghadapi tekanan besar setelah pasar keuangan mengalami kejatuhan akibat penahanan Ekrem Imamoglu, Wali Kota Istanbul yang juga rival politik utama Presiden Tayyip Erdogan.
Penangkapan Imamoglu menimbulkan gejolak di pasar finansial dan memperburuk ketidakpastian ekonomi yang sudah terjadi sebelumnya.
Lira Turki Terus Melemah
Berdasarkan laporan Bloomberg, nilai tukar Lira Turki turun 0,5 persen ke level 37,9482 per dolar AS pada Jumat, 21 Maret 2025. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif yang telah berlangsung selama lima hari terakhir, di mana Lira anjlok 37 persen, mencatatkan kinerja terburuk sejak Juni 2023.
Obligasi dan Bursa Saham Ikut Terpukul
Selain Lira, obligasi pemerintah Turki berdenominasi dolar mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Obligasi bertenor panjang kehilangan 2 sen, yang menjadi penurunan terbesar sejak Januari 2024.
Sementara itu, Bursa Saham Turki juga mengalami kejatuhan signifikan, mendorong pemerintah untuk menerapkan penghentian sementara perdagangan (trading halt). Bursa ditutup di level 904.464 dengan penurunan 16,73 persen dalam empat hari, menjadi rekor terburuk sejak krisis keuangan global 2008.
Penyebab Anjloknya Pasar Keuangan
Penurunan tajam di pasar keuangan dipicu oleh penahanan Imamoglu, yang dituduh terlibat dalam korupsi, pemerasan, dan penipuan, serta diduga memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Turki.
Namun, tuduhan ini diragukan oleh banyak pihak, termasuk Partai Rakyat Republik (CHP), oposisi utama di Turki. CHP menilai bahwa penangkapan Imamoglu merupakan langkah politik untuk membungkam lawan menjelang pemilu. Imamoglu sebelumnya disebut-sebut sebagai kandidat kuat dalam pemilihan mendatang.
Investor Tarik Diri, Pasar Kian Bergejolak
Setelah penahanan Imamoglu, investor global bereaksi dengan melepas saham Turki senilai 9 miliar dolar AS. Hal ini memperparah depresiasi Lira dan kejatuhan bursa saham.
Seorang pejabat Bank Sentral Turki mengungkapkan kepada Bloomberg bahwa langkah-langkah stabilisasi dilakukan untuk mengurangi volatilitas, tetapi justru memicu aksi jual besar-besaran.
Bank Sentral Naikkan Suku Bunga Darurat
Dalam upaya meredam krisis, Bank Sentral Turki mengambil langkah drastis dengan menaikkan suku bunga overnight. Kebijakan ini bertujuan untuk menahan arus keluar dana dan meredam dampak buruk dari ketidakstabilan politik terhadap perekonomian.
Krisis di Turki saat ini menunjukkan bagaimana ketidakpastian politik dapat memicu reaksi besar di pasar keuangan. Penahanan tokoh oposisi berpengaruh seperti Imamoglu telah menyebabkan aksi jual massal, yang berisiko memperburuk kondisi ekonomi negara dalam jangka panjang.
- Penulis: Hasanah 012
