Breaking News
Trending Tags

Penjual Es Teh Tersinggung dengan Ucapan Miftah di Pengajian Magelang: “Saya Merasa Dihina”

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month 04 Desember 2024, 15:09 WIB
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Sunhaji, seorang penjual es teh keliling berusia 37 tahun, mengungkapkan rasa kecewanya setelah merasa dihina oleh Miftah Maulana Habiburrahman dalam sebuah pengajian di Lapangan drh. Soepardi, Magelang, Jawa Tengah. Kejadian itu terjadi saat ribuan jamaah berkumpul untuk acara selawat pada Rabu malam.

Dalam insiden tersebut, Miftah melontarkan ucapan yang dianggap merendahkan Sunhaji di tengah berlangsungnya pengajian. Video yang merekam momen tersebut dengan cepat beredar di media sosial, memicu berbagai reaksi dari warganet.

“Saya merasa sakit hati. Saya hanya mencoba bekerja untuk menghidupi keluarga, tetapi malah mendengar ucapan seperti itu,” kata Sunhaji, yang mengaku terkejut sekaligus tersinggung.

Kekecewaannya semakin dalam karena beberapa tokoh yang hadir dalam acara itu, termasuk para ulama, justru ikut menertawakan momen tersebut. Meski begitu, Sunhaji tetap melanjutkan aktivitasnya menjual es teh kepada para pengunjung.

“Saya tidak punya pilihan. Saya harus terus jualan untuk membawa uang pulang bagi anak-anak,” tambahnya.

Sunhaji yang kini menjadi tulang punggung keluarga setelah cedera tangan membuatnya berhenti menjadi tukang kayu, menggantungkan penghasilannya dari berjualan es teh di acara-acara besar.

Malam itu, ia hanya memperoleh Rp 35.000 dari tujuh gelas yang terjual. Uang tersebut ia gunakan untuk membeli bensin dan sisanya dibawa pulang sebagai bekal bagi kedua anaknya, yang masih duduk di bangku SMP dan SD.

“Saya ingin mencari rezeki yang halal, meskipun hanya sedikit. Saya berharap orang-orang bisa lebih menghormati pekerjaan kecil seperti ini,” ujarnya dengan nada pilu.

Acara pengajian tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, seperti Habib Zaidan, Muhammad Yusuf Chudlori, dan Usman Ali, yang selama ini dikenal sebagai tokoh agama.

Namun, insiden tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana para pemimpin agama seharusnya menjaga sikap dan ucapan mereka terhadap masyarakat kecil yang mencari nafkah.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less