Breaking News
Trending Tags

Rusia Minat Investasi Pembangkit Nuklir di RI: Langkah Besar Ketahanan Energi Nasional

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026 20:38 WIB
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Indonesia tengah berada di ambang transformasi energi besar-besaran. Kabar terbaru yang menjadi sorotan adalah bagaimana Rusia minat investasi pembangkit nuklir di RI untuk mendukung ambisi swasembada energi pemerintah. Ketertarikan ini bukan sekadar wacana, melainkan telah menjadi bahasan serius dalam pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara. Penguatan kerja sama ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan listrik nasional yang terus melonjak seiring dengan laju industrialisasi.

Langkah strategis ini semakin nyata setelah Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan delegasi dari Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia, di Istana Negara baru-baru ini. Fakta bahwa Rusia minat investasi pembangkit nuklir di RI memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia siap mengeksplorasi energi baru terbarukan (EBT) yang lebih stabil dibandingkan sumber fosil. Bagi Rusia, Indonesia adalah mitra kunci di Asia Tenggara yang memiliki potensi geografis unik untuk penerapan teknologi nuklir mutakhir.

Teknologi Modular Kecil (SMR) Jadi Incaran

Salah satu alasan utama mengapa Rusia minat investasi pembangkit nuklir di RI adalah tawaran teknologi Small Modular Reactor (SMR). Berbeda dengan pembangkit nuklir konvensional yang berukuran raksasa, teknologi SMR dinilai jauh lebih cocok untuk karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan. Reaktor modular ini dapat dibangun di wilayah-wilayah terpencil atau pulau-pulau yang sulit dijangkau oleh transmisi listrik nasional, sehingga pemerataan energi dapat terwujud lebih cepat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less