Jumhur Hidayat Tegaskan Pentingnya Ketahanan Iklim dalam Forum Menteri Lingkungan BRICS
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026 10:54 WIB
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konsep Ketahanan Iklim Indonesia di Forum Menteri LH BRICS: Solusi ESG untuk Masa Depan Berkelanjutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki salah satu keanekaragaman hayati terluas di dunia, dengan lebih dari 300 ribu spesies. “Negara kita menjadi tempat tinggal bagi 14 persen mamalia dan 18,6 persen burung di seluruh dunia,” tambah Jumhur.
Jumhur juga menjelaskan bahwa ekosistem laut Indonesia, yang terletak di pusat Segitiga Karang, mengandung 23 persen hutan mangrove dunia dan 16 persen spesies ikan laut global. “Keanekaragaman hayati ini esensial untuk mitigasi iklim dan menjaga ketahanan masyarakat,” tegasnya.
Jumhur memperingatkan tentang dampak perubahan iklim yang mengancam masyarakat Indonesia. “Kenaikan permukaan laut dan bencana terkait iklim adalah kenyataan serius yang harus dihadapi masyarakat kita,” sambungnya.
“Dampak ini dapat menghancurkan kemajuan pembangunan dan membuat masyarakat rentan kembali ke dalam kemiskinan,” jelas Jumhur. Dia menekankan bahwa adaptasi iklim merupakan pilar utama dari pembangunan berkelanjutan.
“Dengan demikian, kami telah meluncurkan Rencana Adaptasi Nasional 2026-2030 sebagai langkah konkret menuju ketahanan iklim,” kata Jumhur.
Dia juga menambahkan bahwa solusi untuk isu perubahan iklim seharusnya memanfaatkan pengetahuan tradisional masyarakat. “Wawasan lokal sangat penting dalam pengelolaan sumber daya alam,” ungkapnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




