Jumhur Hidayat Tegaskan Pentingnya Ketahanan Iklim dalam Forum Menteri Lingkungan BRICS
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026 10:54 WIB
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konsep Ketahanan Iklim Indonesia di Forum Menteri LH BRICS: Solusi ESG untuk Masa Depan Berkelanjutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam pertemuan ini, Jumhur memperkenalkan tiga model tradisional yang berhasil dari Indonesia, termasuk sistem irigasi Subak di Bali. “Model ini menggabungkan pengelolaan air dengan kolaborasi antar komunitas,” ujarnya.
Kemudian, ia juga mencantumkan Sasi Lompa di Maluku dan Awig-Awig di Bali sebagai contoh sistem yang menunjukkan pentingnya kehidupan harmonis dengan alam. “Praktik-praktik ini adalah warisan budaya sekaligus alat penting untuk adaptasi dan ketahanan iklim,” tambah Jumhur.
Selama dua hari acara ini, delegasi Indonesia dari KLH diwakili oleh Deputi PPI dan TKNEK, Ary Sudjianto, serta hadir pula Direktur Kebakaran Lahan, Dasrul, Tenaga Ahli Menteri, Teguh Santosa, dan Pejabat Kuasa Usaha Ad Interim KBRI, Yudo Sasongko.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




