FUN Tekankan Pentingnya AHWA dalam Pemilihan Kepemimpinan PBNU Muktamar ke-35 di Jombang
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026 17:44 WIB
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

FUN Minta AHWA: Penentu Utama Kepemimpinan PBNU 2023 untuk Masa Depan yang Gemilang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menekankan pentingnya pemulihan marwah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam proses pemilihan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur.
Pernyataan ini disampaikan dalam Halaqah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang mengangkat tema “Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)” di Jakarta. Ketua FUN, KH Mujib Qulyubi, berpendapat bahwa AHWA memiliki peran penting dalam menciptakan sosok pemimpin ulama yang ideal bagi NU.
“Diharapkan NU dipimpin oleh pasangan Rais Aam dan Ketua Umum yang memiliki kemampuan untuk memimpin kiai, aktivis, akademisi, dan profesional dalam struktur NU di semua tingkatan,” ujar KH Mujib.
Beliau juga menyoroti pentingnya pemimpin NU yang mampu berinteraksi dengan umat serta mengonsolidasikan sumber daya organisasi. “Semoga pemimpin yang terpilih luwes dalam berinteraksi dengan umat dan memiliki kemampuan konsolidasi di NU,” tambahnya.
KH Mujib menekankan perlunya menjaga proses pemilihan melalui AHWA untuk menghasilkan kepemimpinan sesuai dengan cita-cita para pendiri NU. Pendapat ini turut didukung oleh KH Mukti Ali Qusyairi yang menegaskan bahwa anggota AHWA harus terdiri dari ulama berpengalaman dan berkapasitas.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




