Bawaslu RI Puadi Ajak Mahasiswa Unair Berkontribusi dalam Demokrasi Digital di Indonesia
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 15:09 WIB
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bawaslu Mengajak Mahasiswa Unair Berkontribusi dalam Pengembangan Demokrasi Digital di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mengenai transformasi digital, Puadi menjelaskan bahwa Bawaslu sedang beralih ke model kelembagaan baru. “Teknologi harus mengubah cara pengawasan dari yang konvensional menjadi lebih proaktif, terintegrasi, dan berbasis data serta risiko,” imbaunya.
Puadi juga menekankan bahwa pengawasan harus beralih dari hanya menunggu pelanggaran menjadi membaca potensi risiko. “Pengawasan perlu bertransformasi dari berbasis kejadian menjadi lebih fokus pada data dan risiko,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa penerapan teknologi harus tetap menjunjung etika dan menghormati hak konstitusi warga. “Kemajuan teknologi tidak boleh mengorbankan prinsip dasar demokrasi,” tambahnya.
Puadi mendorong generasi muda untuk menjadi produsen informasi yang kritis, bukan hanya konsumen pasif. “Jangan mudah percaya informasi tanpa memverifikasi,” tegasnya.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk “menjadi generasi yang paling kritis dalam memverifikasi informasi. Tanyakan, ‘Apakah informasi ini benar?’”
Puadi menekankan pentingnya membangun fondasi kewargaan digital yang kritis dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.
Di akhir sambutannya, Puadi menekankan bahwa meskipun teknologi dan data sangat penting dalam demokrasi, integritas manusia tetap menjadi kunci utama kualitasnya. “Teknologi adalah alat, data adalah sumber daya, namun integritas manusia merupakan hal yang paling utama,” tutupnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




