Hasil Muktamar Nahdlatul Ulama Dapat Dibatalkan Jika Terbukti Ada Politik Uang Menurut Taufik CH
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 07:32 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hasil Muktamar NU Bisa Dibatalkan Jika Terbukti Ada Politik Uang – Apa Dampaknya?
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Hasanah.id – Hasil Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) berpotensi untuk dibatalkan jika ditemukan bukti valid mengenai praktik politik uang selama pemilihan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Himpunan Advokat Nahdlatul Ulama (Himanu), Taufik CH.
Dalam sesi tanya jawab pada pemilihan Ahwa, Rais Aam, dan Ketua Umum PBNU di Pondok Pesantren Al Maliki 2 Bahrul Ulum, Taufik menjelaskan bahwa mekanisme untuk mencegah manipulasi pemilihan adalah a priori.
“Praktik politik uang yang terjadi tidak selalu tampak secara langsung di saat pemungutan suara,” tegas Taufik. Ia menekankan bahwa dugaan semacam itu seringkali dimulai jauh sebelum pelaksanaan muktamar.
Taufik menekankan bahwa fenomena politik uang ini berlangsung melalui proses yang panjang, di mana pendekatan dengan calon pemilih sudah dilakukan sebelumnya. Menurutnya, ada indikasi pendekatan-pendekatan yang melibatkan imbalan material.
“Money politik ini bisa dibilang sebagai tahapan yang bertahap, jauh sebelum muktamar digelar,” jelasnya lebih lanjut.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pengumpulan bukti yang sah jika ada indikasi praktik politik uang yang terlibat. Rekaman video dan dokumen dianggap krusial untuk mendukung pelanggaran yang terdeteksi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




