Puluhan Kerajaan Hadiri Acara Festival Adat Kerajaan Nusantara di Sumedang
- account_circle kusnadi
- calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id, Sumedang – Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) I diselenggarakan pada 28-30 September 2021 di Keraton Sumedang Larang Komplek Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kepastian itu didapat setelah Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, bertemu dengan Raja Karaton Sumedang Larang, Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021).
Dalam pertemuan itu, Ketua DPD RI didampingi Senator asal Lampung Bustami Zainuddin, Alexander Fransiscus (Bangka Belitung), Habib Ali Alwi (Banten), Andi Muhammad Ihsan (Sulawesi Selatan) dan Eni Sumarni (Jawa Barat). Sementara Raja Keraton didampingi putra mahkota Radya Anom RDA Rd Luky Djohari Soemawilaga.
Radya Anom RDA Rd Luky Djohari Soemawilaga menyampaikan jika Festival Kerajaan Adat Nusantara (FAKN) I siap diselenggarakan. Dikatakannya, dari 53 anggota Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), sebanyak 47 Kerajaan/Kesultanan sudah mengonfirmasi kehadiran.
“Artinya sudah 90 persen Kerajaan dan Kesultanan anggota MAKN menyatakan kehadirannya pada FAKN I yang diselenggarakan di Keraton Sumedang Larang. Juga ada 10 bupati yang di wilayahnya ada Kerajaan/Keraton juga mengonfirmasi akan hadir,” paparnya.
Lucky mengatakan, FAKN 2021 akan dilaksanakan dengan konsep virtual hybrid dan protokol kesehatan yang ketat. Pelaksanaan FAKN 2021 telah mendapatkan surat rekomendasi dari Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19.
“Jadi, karena masih pandemi dan Sumedang berada di level 3, pelaksanaannya sangat terbatas dan tertutup untuk umum. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya secara langsung dapat mengakses kanal YouTube di Karaton Sumedang Larang,” tutur Lucky.
Menurut Lucky, Keraton Sumedang Larang hanya akan melaksanakan agenda yang bersifat utama. Beberapa di antaranya yakni menggelar royal dinner atau jamuan makan kerajaan dan musyawarah agung raja/sultan se-Nusantara.
“Tujuan utama para raja ini berkumpul untuk merekatkan tali silaturahmi antara kerajaan se-Nusantara. Jadi, untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti halnya pentas keraton, kirab, dan pameran keraton, tidak akan dilaksanakan,” sebut Lucky.
Luky menilai momentum ini amat penting bagi eksistensi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara untuk memulihkan kembali hak-hak mereka. Dengan dukungan luas dari senator di Senayan, Luky optimistis eksistensi Kerajaan dan Keraton yang selama ini diperjuangkan akan membuahkan hasil.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak LaNyalla atas dukungan dan perjuangannya terhadap eksistensi Kerajaan dan Keraton di Nusantara. Kami siap all out lagi memperjuangkan hak-hak kami. Pertemuan ini amat penting bagi kami untuk memulihkan hak-hak kami,” tutur Luky.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan eksistensi dan hak-hak Keraton dan Kerajaan Nusantara.
“Ini memang tupoksi saya di DPD RI untuk menjaga kearifan lokal, menjaga peradaban Nusantara,” kata LaNyalla.
Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, eksistensi kerajaan-kerajaan di Indonesia harus terus dipelihara, salah satu caranya dengan dihelatnya Festival Adat Kerajaan Nusantara ini.
“Melalui kegiatan budaya ini Kerajaan dan Kesultanan di seluruh Indonesia bisa menunjukkan eksistensinya sekaligus menampilkan potensinya sebagai penjaga marwah budaya nusantara,” pungkasnya.
- Penulis: kusnadi
