Resmi Telah Di Buka "Rengganis" RK Harapkan Bayi Kembar Siam Sehat Kembali - Hasanah

Resmi Telah Di Buka “Rengganis” RK Harapkan Bayi Kembar Siam Sehat Kembali

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendoakan bayi kembar siam berusia 9 bulan asal Sukabumi, Fadli dan Fadlan, supaya bisa kembali sehat. Ia juga memastikan bayi kembar siam ini mendapat pelayanan kesehatan terbaik di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung.

“Saya doakan mudah-mudahan semuanya lancar untuk kesehatan bayi kembar siam ini, sesuai dengan yang disarankan dokter,” kata gubernur yang akrab disapa Emil ini, melalui ponsel Jumat (23/8/2019).

Emil mempersilakan keluarga Fadli dan Fadlan menginap di Rumah Singgah Humanis (Rengganis) di Jalan Wastukancana, Kota Bandung, yang diresmikan beberapa hari lalu.

Rumah singgah ini untuk melayani warga Jawa Barat yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama berobat jalan di RSHS.

“Orang tuanya silahkan menggunakan Rengganis selama mendampingi dan memonitor semasa anak menjalankan perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Emil menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya melalui Jabar Quick Response dan dinas terkait terus berupaya melayani masyarakat secara cepat.

“Setiap takdir manusia adalah unik, termasuk kembar siam. Negara hadir melalui JQR untuk merespons kebutuhan pertolongan-pertolongan kemanusian, termasuk mengangani dengan cepat,” ujar Emil.

Melalui tim Jabar Quick Response (JQR), Fadli dan Fadlan dibawa dari rumah tempatnya dirawat di Kampung Cidadap, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Cianjur dan kini mendapat perawatan intensif di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung.

Wakil Ketua Jabar Quick Response, Hanief Muhamma dengatakan bayi kembar siam ini dalam pemantauan khusus Ridwan Kamil.

Karenanya, JQR dan Dinas Kesehatan Jawa Barat terus memastikan Fadli dan Fadlan mendapat pelayanan kesehatan terbaik di RSHS.

Hanief mengatakan awalnya JQR menerima pengaduan dari masyarakat tentang bayi kembar siam di daerah Cianjur selatan, yang mengalami sakit, yakni bibir sumbing dan hernia.

Menggunakan mobil dinas dari Pemprov Jabar, katanya, tim melacak dan mendatangi alamat yang dimaksud.

“Posisi rumah dari pusat kecamatan itu jauhnya 1,5 jam perjalanan, melewati jalan kecil berbatu. Butuh dua hari untuk bisa sampai dari Bandung. Setelah ketemu, ternyata benar, bayi kondisinya sedang sakit demam,” kata Hanief Muhammad saat dihubungi, Jumat (23/8/2019).

Bayi kembar siam ini, katanya, tinggal bersama saudara terdekat orang tuanya. Setelah tim sampai, mereka menghubungi orang tua bayi tersebut yang tengah bekerja di luar daerah.

Akhirnya, ayah kedua bayi ini datang dan mengapresiasi bantuan yang diberikan berupa suplai makanan bayi bergizi dan pemeriksaan kesehatan.

Hanief mengatakan bersama pemerintah daerah setempat dan RSUD Cianjur, Fadli dan Fadlan diperiksa kemudian dirujuk ke RSHS.

Kini, bayi kembar tersebut di bawah penanganan intensif RSHS.

Menurut Hanief, pihaknya secara rutin melaporkan kondisi kesehatan Fadli dan Fadlan secara langsung kepada Gubernur Jabar.

Secara langsung pula, katanya, Ridwan Kamil menginstruksikan penanganan terbaik untuk Fadli dan Fadlan.

“Kami terus laporan, Pak Gubernur sangat konsen. Pak Gubernur bilang kalau bisa sampai bayi kembar siamnya dipisahkan, ya sampai dipisahkan. Kalau butuh perawatan dulu, dirawat terus sampai sembuh. Pak Gubernur bilang karena ini darurat, tindakan harus betul-betul tepat, akurat, dan selamat, karena ini urusannya nyawa,” ujarnya.

Fadli dan Fadlan sendiri, katanya, lahir pada 2 Desember 2018, dari pasangan Ani yang berasal dari Sukabumi dan Sahudin dari Cianjur.

Mereka tercatat tinggal sebagai keluarga di Kampung Pasir, Desa Bojonglonggok, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Fadli dan Fadlan lahir di RS Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi.

Setelah lahir, bayi kembar siam ini dirujuk ke RSHS Bandung dirawat selama satu bulan. Setelah pulang dari RSHS, bayi dirawat di Sukabumi.

Kemudian pada 16 Agustus 2019, bayi tersebut dititipkan pada saudara ayahnya yang bernama Hasan di Kampung Cidadap, RT 2/6, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, dengan alasan kedua orang tuanya bekerja.

Total
0
Shares
Related Posts