Breaking News
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Rupiah Menguat di Awal Pekan, Sejalan dengan Prediksi Gubernur BI

Rupiah Menguat di Awal Pekan, Sejalan dengan Prediksi Gubernur BI

  • account_circle Rehan Oktra Halim
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun, sejumlah mata uang Asia lainnya masih melemah terhadap nilai tukar negeri paman sam tersebut. Tekanan terdalam dialami won Korea Selatan yang anjlok 0,83 persen, disusul dolar Taiwan yang tertekan 0,36 persen. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,16 persen, dan dolar Singapura terkoreksi 0,05 persen pada perdagangan pagi hari.

Gubernur BI Prediksi Rupiah Menguat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memprediksi nilai tukar rupiah akan terus menguat ke depan. Perry mengatakan tekanan terhadap rupiah yang terjadi di awal tahun, disebabkan oleh faktor teknikal jangka pendek, terutama aliran keluar modal asing akibat ketidakpastian pasar keuangan global.

“Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik yang sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi kinerja rupiah,” kata Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sebagaimana dikutip dari Tempo, Selasa, 27 Januari 2026.

Perry menegaskan bahwa secara fundamental rupiah berada dalam kondisi kuat. Ia menyebut inflasi inti pada Desember 2025 tercatat 2,38 persen (year on year), masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia. Selain itu, prospek pertumbuhan ekonomi nasional dan imbal hasil investasi di pasar keuangan domestik dinilai tetap menarik.

  • Penulis: Rehan Oktra Halim
expand_less