Breaking News
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Survei CELIOS Ungkap Ketidakpuasan Publik Meluas

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Survei CELIOS Ungkap Ketidakpuasan Publik Meluas

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id — Satu tahun sejak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi memimpin, Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkapkan penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan lewat survei nasional. Hasilnya? Mayoritas responden menyuarakan ketidakpuasan yang cukup serius terhadap jalannya pemerintahan.

Dalam laporan berjudul “Satu Tahun Kabinet Prabowo-Gibran”, CELIOS memberikan nilai rata-rata hanya 3 dari 10 terhadap performa pemerintahan saat ini. Skor yang sama juga diberikan kepada institusi TNI, sementara Polri bahkan hanya meraih 2 dari 10.

“Nilai akhirnya, 3 dari 10,” tulis CELIOS dalam laporannya yang dipublikasikan Senin (20/10/2025).

Survei CELIOS menyoroti 12 aspek utama yang dinilai publik dalam kurun waktu satu tahun terakhir:

  1. Ketidakpastian Janji Politik
    Sebanyak 56% responden menilai janji politik hanya dilakukan “setengah hati”.

  2. Efektivitas Program Dipertanyakan
    72% publik menyatakan bahwa program-program pemerintah belum menunjukkan hasil nyata.

    • 43% menilai pencapaiannya buruk

    • 29% menilai sangat buruk

  3. Kebijakan Tak Relevan dengan Kebutuhan Warga
    Sebanyak 80% responden merasa arah kebijakan tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

  4. Kualitas Kepemimpinan Dinilai Kurang
    64% menyebut kepemimpinan belum memenuhi harapan publik.

    • 31% menganggap buruk

    • 33% menilai sangat buruk

  5. Transparansi Anggaran Minim
    81% responden menyebut tata kelola anggaran masih belum terbuka.

  6. Komunikasi Pemerintah Gagal Menjangkau Publik
    Komunikasi kebijakan pemerintah dianggap tidak memadai oleh 91% responden.

  7. Penegakan Hukum Dinilai Lemah
    75% menilai penegakan hukum melemah.

    • 38% menyebut kinerjanya buruk

    • 37% sangat buruk

  8. Desakan Reshuffle Kabinet Menguat
    96% responden menilai sejumlah menteri berkinerja rendah dan seharusnya diganti.

  9. Keluhan soal Beban Pajak dan Pungutan
    84% merasa kebijakan fiskal terlalu memberatkan rakyat.

  10. Bantuan Sosial Tak Efektif
    53% mengatakan bantuan ekonomi yang disalurkan tidak membantu kebutuhan harian.

  11. Koordinasi Antar Kementerian Lemah
    58% melihat tidak adanya sinergi efektif antara lembaga pemerintahan.

  12. Pemberantasan Korupsi Mandek
    43% menilai upaya pemberantasan korupsi belum maksimal.

Seiring dengan kritik tersebut, sebanyak 98% responden menyatakan setuju agar struktur kementerian dipangkas untuk efisiensi dan efektivitas. Lebih mencolok lagi, 36% dari pemilih Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 kini mengaku tidak akan memilih pasangan tersebut kembali pada pemilu berikutnya.

Survei ini dilakukan dalam dua gelombang:

  • Gelombang pertama melibatkan 120 jurnalis dari 60 media, mewakili desk ekonomi, politik, hukum, HAM, hingga lingkungan.

  • Gelombang kedua menyasar masyarakat umum melalui metode survei digital antara 2–17 Oktober 2025, dengan jumlah responden sebanyak 1.338 orang dari wilayah desa, pinggiran kota, hingga pusat kota.

Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan iklan tertarget di Facebook dan Instagram, dengan filter usia, lokasi, jenis kelamin, dan minat. Untuk menjaga representasi nasional, data disesuaikan melalui teknik pembobotan berdasarkan statistik resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut CELIOS, rendahnya penilaian ini mencerminkan jurang ekspektasi publik terhadap kinerja pemerintah saat ini. Persepsi terhadap kondisi ekonomi dan tata kelola negara dinilai memburuk dalam waktu singkat, memicu urgensi reformasi dalam struktur kabinet dan arah kebijakan nasional.

  • Penulis: Bobby Suryo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangkapan foto PKBI

    PKBI Jadi Korban Pengosongan Paksa di Jakarta: WALHI Jakarta Soroti Ketidakadilan Pergub 207 Tahun 2016

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Hasanah 012
    • visibility 73
    • 0Komentar

    HASANAH.ID – NASIONAL. – Suci, perwakilan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta, menyatakan keprihatinannya atas penggusuran paksa yang dialami oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Hang Jebat pada Kamis, (11/7/2024). Menurut Suci, peraturan gubernur nomor 207 tahun 2016 tentang penertiban pemakaian tanah tanpa izin yang berhak sering dijadikan landasan untuk pengosongan paksa yang […]

  • Hampir Sebulan 8 Wilayah di Kota Cimahi Krisis Air Bersih

    Hampir Sebulan 8 Wilayah di Kota Cimahi Krisis Air Bersih

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019
    • account_circle khasanah
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sudah hampir sebulan sejumlah wilayah di Kota Cimahi mengalami krisis air bersih karena memasuki musim kemarau. Kepala UPT Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi Dede M Asrori mengatakan, secara keseluruhan pihaknya siap menyuplai air bagi masyarakat yang membutuhkan air. “Surat dari RW, diketahui kelurahan nanti diajukan. Kita langsung aja kirim,” […]

  • DPRD Jabar Abdy Yuhana Sosialisasikan Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 Secara Baik

    DPRD Jabar Abdy Yuhana Sosialisasikan Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 Secara Baik

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Anggota DPRD Jabar, Dr. H. Abdy Yuhana, SH., MH. menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 23 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Jawa Barat, di Subang. Dalam paparannya, Abdy menyebutkan bahwa tujuan pengelolaan limbah B3 untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah […]

  • Wabup Sumedang Erwan Setiawan

    Wabup Sumedang Dorong Dinas Terkait untuk Jaga Kualitas Hewan Ternak Jelang Idul Adha

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan, meminta Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang untuk mengintensifkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak menjelang pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Permintaan ini disampaikan sebagai respons terhadap kemunculan beberapa penyakit pada hewan ternak yang umumnya digunakan sebagai hewan kurban. Wabup Erwan mengungkapkan bahwa upaya ini sangat […]

  • Majalengka Masuk Nominasi Pemilihan Kabupaten/Kota yang Kreatif

    Majalengka Masuk Nominasi Pemilihan Kabupaten/Kota yang Kreatif

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2019
    • account_circle khasanah
    • visibility 284
    • 0Komentar

    MAJALENGKA – Geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Kabupaten berjuluk Kota Angin itu menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang masuk nominasi pemilihan kabupaten/kota kreatif Indonesia. Dalam unggahan BEKRAF di medsos Instagram, bersama sembilan daerah lainnya Kabupaten Majalengka telah menjalani tahapan, hingga akhirnya masuk […]

  • Tanggapan

    Sekjen PDIP Sentil Prabowo-Sandi soal Makam, Harga dan Boyolali

    • calendar_month Sabtu, 24 Nov 2018
    • account_circle hasanah editor
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Isinya, agar kader dan para calon legislatif PDIP tak terpengaruh berkembangnya narasi politik negatif yang menyerang partai. “Ibu Megawati dan Pak Jokowi berpesan, meski kita menghadapi fitnah dan ujaran kebencian, kita menghadapi calon pemimpin yang seolah menghalalkan segala cara dengan menakut-nakuti rakyat, tapi […]

expand_less
Skip to toolbar