Tata Cara Umroh Lengkap dan Panduannya Sesuai Sunnah dari Awal hingga Akhir
- account_circle Deba Lauda
- calendar_month 12 Februari 2026, 18:07 WIB
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID– Umroh adalah ibadah yang memiliki aturan dan urutan yang jelas. Kesalahan kecil seperti niat yang tidak tepat atau urutan yang terbalik dapat memengaruhi kesempurnaan ibadah. Oleh karena itu, memahami tata cara umroh secara detail dan sistematis sangat penting agar ibadah sah, tertib, dan khusyuk.
Berikut panduan lengkap umroh dari persiapan hingga tahallul.
1. Persiapan Umroh Sebelum Berangkat

Persiapan umroh mencakup fisik, mental, dan administrasi. Jamaah dianjurkan menjaga stamina dengan berjalan kaki rutin karena umroh melibatkan aktivitas fisik cukup berat. Secara mental, jamaah perlu memahami rukun, wajib, dan sunnah umroh melalui manasik.
Persiapan administrasi meliputi paspor aktif minimal 6 bulan, visa umroh, vaksin meningitis, serta perlengkapan seperti pakaian ihram, sandal, dan obat pribadi.
2. Ihram dan Niat Umroh dari Miqat

Ihram adalah rukun pertama umroh. Jamaah mulai ihram dari miqat, yaitu batas tempat yang telah ditentukan. Sebelum niat, disunnahkan mandi sunnah, memotong kuku, dan memakai pakaian ihram.
Niat umroh diucapkan dalam hati atau lisan:
Labbaikallahumma ‘umrah
Setelah niat, jamaah membaca talbiyah:
Labbaik Allahumma labbaik…
Sejak niat ihram, jamaah wajib menjaga diri dari larangan ihram seperti memakai parfum, memotong rambut, dan bertengkar.
3. Masuk Masjidil Haram dan Melihat Ka’bah

![]()
Saat memasuki Masjidil Haram, jamaah mendahulukan kaki kanan dan membaca doa masuk masjid. Ketika pertama kali melihat Ka’bah, dianjurkan berhenti sejenak, berdoa, dan memuji Allah karena doa diyakini mustajab pada momen ini.
4. Tawaf: Mengelilingi Ka’bah 7 Putaran
Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dimulai dari Hajar Aswad dan Ka’bah berada di sebelah kiri.
Ketentuan tawaf:
- 1 putaran = dari Hajar Aswad kembali ke Hajar Aswad
- Jamaah pria melakukan raml (jalan cepat kecil) pada 3 putaran pertama
- Tidak ada doa khusus yang wajib, jamaah boleh membaca doa apa saja
Setelah tawaf, jamaah melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.
5. Sa’i antara Safa dan Marwah

Sa’i dilakukan dengan berjalan antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali:
- Safa → Marwah = 1 kali
- Marwah → Safa = 1 kali
Sa’i dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Saat berada di lampu hijau, jamaah pria disunnahkan berlari kecil. Sa’i mengenang perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail.
6. Tahallul: Mengakhiri Umroh

![]()
![]()
Tahallul adalah rukun terakhir umroh. Jamaah pria dianjurkan mencukur habis rambut kepala (halq), sedangkan wanita cukup memotong sedikit rambut sekitar ujung jari.
Setelah tahallul, seluruh larangan ihram gugur dan umroh dinyatakan selesai.
7. Tertib: Urutan Tidak Boleh Terbalik


Tertib berarti seluruh rangkaian umroh harus dilakukan secara berurutan:
- Ihram
- Tawaf
- Sa’i
- Tahallul
Jika urutan terbalik, umroh tidak sah dan harus diperbaiki.
Memahami tata cara umroh secara detail akan membantu jamaah beribadah dengan tenang, fokus, dan sesuai sunnah. Umroh bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan ketertiban. ***
- Penulis: Deba Lauda
