Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Karim Suryadi: Pemindahan Ibu Kota Jabar Kontraproduktif dengan E-Government

Karim Suryadi: Pemindahan Ibu Kota Jabar Kontraproduktif dengan E-Government

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2019
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengamat politik Universitas Pendidikan (UPI) Karim Suryadi menilai wacana pemindahan ibu kota Jabar tidak tepat. Hal itu bertolak belakang dengan semangat e-government yang digaungkan pemerintah selama ini.

Karim mengatakan wacana ini kontraproduktif dengan cita-cita pemerintahan berbasis digital bukan konvensional. Artinya, pusat pemerintah tidak perlu lagi berada dalam sebuah kawasan. Seperti halnya alasan pemindahan ibu kota Jabar.

“Jangan pernah berfikir pusat pemerintahan itu harus terpusat secara fisik. Loh buat apa mengembangkan e-government. Jangan ngomongnya e-goverment tapi mikirnya penataan kota secara konvensional. Tidak cukup alasan memindahkan ibu kota karena beban Bandung saat ini,” kata Karim saat dihubungi, Jumat (30/8/2019).

Menurutnya filosofi pengembangan e-government tak lain untuk mengatasi beban pembangunan fisik yang besar. Sehingga, menghadirkan solusi agar mengurangi beban pembangunan fisik dengan mengoptimalkan digitalisasi.

“Karena dalam kampanye baik RK-Jokowi berjanji mengembangkan e-government, tapi sisi lain masih berpikir pemerintahan terpusat sebagai hal bagus. Ini kan jelas kontraproduktif,” tegas dia.

Ia menuturkan untuk memindahkan ibu kota membutuhkan biaya tak sedikit. Terlebih, tiga daerah yang menjadi calon sementara ibu kota baru yakni Tegalluar, Walini dan Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) sudah diproykesikan menjadi pusat ekonomi baru.

“Misalnya dikembangkannya sebagai pusat ekonomi baru, sebaiknya tidak ke sana. Tanpa pemindahan ibu kota ke sana, daerah itu sudah potensial maju. Kalau mau ke Jabar Selatan, buka wilayah di mana efeknya terasa daerah sekitarnya. Ya konsekuensinya biaya yang dikeluarkan besar,” tutur dia.

Dia menilai belum ada urgensinya pemindahan ibu kota ini direalisasikan. Terkecuali memiliki tujuan lain yaitu mengembalikan otoritas sejarah Sunda Kelapa.

“Misalnya mengembalikan otensitas sejarah Jabar yang bertolak dari Sunda Kepala. Itu pun kalau ibu kota Jakarta dipindah ke Kaltim, maka sudah saja Ibu Kota Jabar pindah ke Jakarta dengan pelimpahan semua aset sehingga jadi pusat Jabar. Otomatis Jakarta jadi wilayah Jabar. Kalau bermimpi ya sekalian,” ujar Karim.

  • Penulis: khasanah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Pertemuan IMF, RI Kantongi Investasi Infrastruktur Rp 202 Triliun

    Di Pertemuan IMF, RI Kantongi Investasi Infrastruktur Rp 202 Triliun

    • calendar_month Jumat, 12 Okt 2018
    • account_circle hasanah editor
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Indonesia melalui 14 BUMN mengantongi investasi hingga 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp 202,5 triliun (estimasi kurs 15.000 per dolar AS). Investasi tersebut untuk pengembangan proyek infrastruktur dari kesepakatan di rangkaian Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2018, Nusa Dua, Bali. Menteri BUMN Rini Sumarno mengatakan, 80 persen dari total nilai investasi merupakan kerja […]

  • Tangkapan foto proses membagikan beras pada Jumat, (8/3/2024) di Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

    Lumbung Kota Bentuk Kritik Kolektif Masyarakat pada Operasi Pasar Murah Pemkot Bandung

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Hasanah 012
    • visibility 45
    • 0Komentar

    HASANAH.ID – BANDUNG. Lumbung Kota merupakan kritik kepada Operasi Pasar Murah yang diadakan Pemkot Bandung. Penyelenggara Lumbung Kota, Ahmed mengatakan selain kritik merupakan ruang alternatif untuk memberikan gagasan mengenai lonjakan kenaikan beras pada Jumat, (8/3/2024) di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Ahmed mengatakan bahwa awal dari diadakannya karena nyatanya operasi pasar murah Pemkot Bandung tidak berhasil […]

  • Jokowi Hakulyakin Indonesia Tidak Bisa Ditekan Negara Lain

    Jokowi Hakulyakin Indonesia Tidak Bisa Ditekan Negara Lain Dalam Terapkan Biodiesel

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle hasanah 006
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi hakulyakin Indonesia tidak bisa ditekan oleh negara lain andai 100 persen sukses menerapkan biodiesel dari sawit. Alasannya, Indonesia bisa mandiri dengan mengkonsumsi produksi sawitnya sendiri dan tidak bergantung pada ekspor ke negara lain. “Kamu enggak beli enggak apa-apa, saya pakai sendiri. Kamu enggak beli enggak apa-apa, saya konsumsi sendiri di dalam […]

  • Ilustrasi Penembakan/Pixabay

    Dua Staf Kedubes Israel Ditembak, Diduga Serangan Terencana

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Hasanah 014
    • visibility 22
    • 0Komentar

    HASANAH.ID – Dua staf Kedutaan Besar Israel dilaporkan tewas dalam insiden penembakan di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis malam waktu setempat (23/5/2025). Korban diketahui bernama Yaron Lischinsky dan Sarah Milgrim, pasangan kekasih yang saat itu tengah menghadiri acara profesional muda Yahudi yang diselenggarakan Komite Yahudi Amerika di Museum Yahudi Ibu Kota. Penembakan terjadi sekitar […]

  • Akan Aktifkan Koperasi, Kang Hasan Didukung Total Nelayan Garut

    Akan Aktifkan Koperasi, Kang Hasan Didukung Total Nelayan Garut

    • calendar_month Jumat, 27 Apr 2018
    • account_circle hasanah editor
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Wisata Gurilap Atau Wisata Gunung Rimba Laut dan Pantai, Calon Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 2 terus menghimpun berbagai keluhan dan masalah yang dihadapi masyarakat Jawa Barat (Jabar) Selatan. Usai mendengar aspirasi Forum Presidium Pemekaran Di Jabar Selatan, Kamis (25/4) Pagi ini Kang Hasan menyambangi Nelayan Santolo di TPI Santolo, Desa Citeureum, Kecamatan Santolo, Kabupaten […]

  • Sejarah RI Ditulis Ulang, Rilis Buku Dijadwalkan 14 Desember

    Sejarah RI Ditulis Ulang, Rilis Buku Dijadwalkan 14 Desember

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan peluncuran buku penulisan ulang sejarah Republik Indonesia, yang dijadwalkan rilis pada peringatan Hari Sejarah, 14 Desember 2025 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui di Kantor Kemenbud, Jakarta Selatan, Selasa (21/10). Fadli menyebutkan bahwa tanggal peluncuran dipilih atas masukan dari para sejarawan yang terlibat, sekaligus […]

expand_less