KPU Kota Cimahi Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2024
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Sabtu, 3 Feb 2024
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi saat mengikuti Simulasi Pemungutan suara yang dilaksanakan KPU Kota Cimahi, Sabtu 3 Februari 2024.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – CIMAHI. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 yang dilaksanakan di GOR Futsal Padasuka, Kota Cimahi, Sabtu, 3 Februari 2024.
Kegiatan tersebut digelar sebagai panduan bagi pemilih agar bisa mendapatkan informasi terkait alur proses menunaikan hak pilih di TPS.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi yang ikut serta dalam simulasi.
Ia mengatakan jika jajaran KPPS yang bertugas di lapangan perlu ketelitian dan kejelian.
“Masyarakat harus dibimbing saat memasukkan surat suara ke dalam kotak suara yang disiapkan karena jenisnya ada banyak,” ujar Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi saat diwawancara, Sabtu 3 Februari 2024.
Dicky mengakui, jika jumlah surat suara yang cukup banyak dan ukuran surat yang besar cukup menyita waktu pada saat pencoblosan.
“Kepada masyarakat tidak perlu tergesa-gesa, apalagi ada kertas suara yang cukup besar agar saat melipatnya kembali sesuai dengan garis lipatan seperti semula,” jelasnya.
Dicky menilai, pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Serentak 2024 Kota Cimahi sudah sangat siap.
“Sejak awal sudah cek kesiapan KPU dan Bawaslu, penyediaan logistik dan penyusunan, perekrutan petugas KPPS dan bimtek, termasuk lokasi TPS sudah dipetakan. Tinggal pelaksanaannya, simulasi ini jadi gambaran dan bisa ada evaluasi untuk pelaksanaannya nanti,” kata Dicky.
Sementara, Ketua KPU Kota Cimahi Anzhar Ishal Afryand, mengatakan pelaksanaan simulasi berjalan dengan baik dan menjadi langkah untuk memetakan kondisi pencoblosan hingga penghitungan suara.
“Jadi ini sebagai gambaran mengetahui proses serta waktu pencoblosan hingga penghitungan. Dengan 5 jenis surat suara ini tentunya harus diprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang mencoblos,” katanya.
Berbeda dengan Pemilu 2019 yang masih melakukan pelaporan dengan dokumen manual, di tahun ini petugas KPPS juga bakal dibantu dengan sistem rekapitulasi suara melalui aplikasi Sirekap.
“Nanti proses rekapitulasi penghitungan itu dibantu dengan aplikasi Sirekap. Makanya diperlukan petugas KPPS yang bisa menggunakan teknologi dan menyediakan perangkat laptop di TPS. Lebih efektif dan efisien dari sisi kinerja,” ucapnya.
Disinggung program Pemilu Peduli Lingkungan (Pepeling) Anzhar menyebutkan jika Pemilu tahun ini mengambil tema lingkungan dalam upaya mengurangi potensi bencana akibat dari sampah yang berasal dari sisa-sisa atau bekas alat peraga kampanye.
“Jadi upaya menjaga lingkungan nantinya bekas alat peraga kampanye atau jenis sampah lainnya akan dimanfaatkan menjadi aksesoris bagi petugas di TPS guna mengurangi sampah yang sudah tidak terpakai,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Fathir Rizkia Latif mengaku puas atas pelaksanaan simulasi yang sudah dijalankan oleh KPU Kota Cimahi.
“Simulasi ini penting agar masyarakat paham saat pelaksanaan pencoblosan pada tanggal 14 Februari 2024 nanti. Kami dari Bawaslu bersama para Pengawas di TPS akan terus memantau hingga akhir perhitungan nanti,” ujar Fathir saat diwawancara.
Disinggung jika terjadi dugaan pelanggaran saat pelaksanaan nanti, selain para pengawas Ia pun mengajak segenap elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Pemilu dan segera melaporkan jika ada indikasi pelanggaran atau kecurangan.
“Segera melapor kepada petugas Pengawas kami, atau bisa langsung ke Bawaslu Kota Cimahi untuk segera kita selesaikan jika terjadi indikasi kecurangan atau pelanggaran,” tegasnya.
Simulasi juga menghadirkan puluhan warga sekitar di TPS 34 Padasuka sebagai pemilih. Petugas KPPS turut bertugas lengkap dengan seragam dan atributnya. (Uwo-)
- Penulis: Unggung Rispurwo
