Breaking News
Trending Tags

Non-aktif PBI BPJS Ancam Pengobatan Pasien Gagal Ginjal

  • account_circle Aramuti Bunga
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Samosir menyoroti terputusnya pengobatan pasien cuci darah akibat kebijakan non-aktif PBI BPJS yang tetapkan secara mendadak tanpa pemberitahuan. Menurut Tony, kebijakan tersebut sangat membahayakan penderita gagal ginjal yang bergantung pada layanan cuci darah.

Mulanya, KPCDI menerima 30 keluhan dari pasien terdampak, namun hanya dalam waktu sehari jumlah laporan yang masuk naik drastis menjadi 160 pasien.

Tony menegaskan bahwa kondisi ini sangat mengancam nyawa pasien karena prosedur cuci darah yang sudah terjadwal secara rutin harus tertunda akibat hilangnya status aktif Peserta bantuan Iuran (PBI). Ia juga menyayangkan proses verifikasi data di Kementerian Sosial yang tidak optimal, sehingga sebagian besar pasien terpaksa beralih menjadi peserta mandiri dalam keadaan darurat.

Pihak KPCDI berinisiatif membantu satu keluarga dari pasien terdampak dan saat ini sudah tercatat sekitar 11 keluarga pasien yang berhasil mendapatkan layanan cuci darah melalui bantuan tersebut.

“Sebagian berhasil reaktivasi, sebagian lagi terpaksa kembali menjadi peserta mandiri. Sambil menunggu proses verifikasi dari Kemensos yang butuh waktu, kami akhirnya memutuskan membantu membayar iuran BPJS mereka,” ungkap Tony dalam detikcom.

  • Penulis: Aramuti Bunga
expand_less