Mengenal Sistem DESIL, Penentu Penerima Bansos 2026
- account_circle Rehan Oktra Halim
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ditengah maraknya penerimaan bantuan sosial (bansos) yang banyak kurang sasaran, pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan ketetapan dalam penerimaan bantuan. Salah satu instrumen penting yang digunakan adalah sistem Desil. Menjelang penyaluran bansos pada tahun 2026, pemahaman masyarakat mengenai sistem ini penting supaya tidak terjadi kesalahpahaman terkait siapa yang berhak mendapatkan bantuan.
Apa Itu Sistem Desil?
Sistem Desil adalah sebuah metode pengelompokkan kesejahteraan masyarakat. Sistem ini membagi penduduk ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kondisi ekonomi. Dimulai dari yang paling miskin hingga paling sejahtera, berikut adalah rincian tingkatannya:
- Desil 1: Sangat Miskin
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Hampir Miskin
- Desil 4: Rentan Miskin
- Desil 5: Pas-pasan
- Desil 6-10: Menengah ke atas (tidak diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan)
Pengelompokkan ini dilakukan berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi, seperti pendapatan, kondisi tempat tinggal, kepemilikan asset, hingga sumber mata pencaharian. Dengan sistem ini, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih objektif, terukur, dan tepat sasaran.
Prioritas Penerima Bantuan Sosial (Bansos) dalam Sistem Desil
Pada penyaluran bansos di tahun 2026, sistem Desil akan menjadi salah satu acuan utama dalam menentukan penerima bantuan. Masyarakat yang tergolong dalam kelompok Desil Satu hingga Desil Empat akan menjadi prioritas utama untuk mendapatkan berbagai program bantuan. Adapun jenis bantuan yang akan disalurkan diantaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
- Penulis: Rehan Oktra Halim



