Presiden Prabowo Subianto khawatir Indonesia menerapkan B50 namun sulit ke Piala Dunia
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 23:52 WIB
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Khawatir Indonesia Bisa B50 Tapi Sulit Ke Piala Dunia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kekhawatiran atas kegagalan tim nasional sepak bola Indonesia untuk masuk Piala Dunia.
Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026, dan kembali menegaskan target jangka panjang untuk masuk Piala Dunia.
Dalam acara tersebut Prabowo secara terbuka menantang jajaran terkait dengan pertanyaan, “Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?”
Presiden menilai sepak bola lebih dari sekadar olahraga dan menyebutnya sebagai cerminan kehormatan nasional.
Ia meminta pertanggungjawaban terhadap pembinaan sepak bola kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Prabowo juga menyoroti peran pihak-pihak terkait dalam penganggaran dan kebijakan, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pernyataan singkat diselingi tawa ketika ia memanggil perhatian pejabat lain, termasuk referensi kepada Menteri BUMN dalam konteks koordinasi lintas kementerian.
Soal energi, Program B50 adalah bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar.
Penerapan program ini mengacu pada Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 serta Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




