Hilirisasi mencatat investasi Rp300,1 T Semester I-2026
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026 20:43 WIB
- visibility 91
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hilirisasi Sumbang Investasi Rp300,1 Triliun Semester I
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Realisasi investasi hilirisasi pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp300,1 triliun, meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data resmi yang disampaikan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, menunjukkan lonjakan kontribusi sektor ini terhadap total investasi nasional.
Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, proporsi investasi hilirisasi kini mencapai 29,7 persen dari total investasi, naik signifikan dari kisaran 24-25 persen pada 2023.
Sektor mineral menjadi penggerak utama dengan nilai investasi Rp206,5 triliun.
Mayoritas dana di sektor mineral mengalir untuk pengolahan nikel yang mendukung industri downstream.
Sumber daya kehutanan dan perkebunan mencatat investasi Rp54,4 triliun.
Angka itu mencakup pengembangan kelapa sawit, karet, kakao, serta produk turunan bioenergi.
Sektor minyak dan gas bumi menyumbang Rp35,4 triliun dalam total realisasi.
Sementara sektor perikanan dan kelautan tercatat lebih kecil, yakni Rp3,8 triliun.
Dari sisi geografis, lokasi hilirisasi lebih banyak berada di luar Pulau Jawa dengan total Rp227,3 triliun atau 75,7 persen.
Kontribusi Pulau Jawa mencapai Rp72,8 triliun atau 24,3 persen dari total semester I-2026.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




