Mohsen Rezaei Tegaskan Iran Tutup Selat Hormuz
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026 02:45 WIB
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Otoritas Persian Gulf Sea Authority/PGSA menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup penuh dan belum dibuka untuk lalu lintas internasional.
PGSA menyatakan penutupan itu bersifat final sampai tuntutan Tehran dipenuhi, kata pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis lalu.
Pernyataan PGSA muncul setelah klaim kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut militer AS memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz.
Pejabat Iran menepis narasi tersebut dan menegaskan bahwa kondisi operasional di perairan itu berbeda dari klaim AS.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan keputusan menutup jalur itu akan tetap berlaku hingga perubahan konstelasi politik dan militer di kawasan tercapai.
Rezaei merinci beberapa syarat bagi pembukaan kembali, termasuk penghentian apa yang disebutnya “agresi” oleh Amerika Serikat dan sekutunya di wilayah konflik regional.
Selain itu, Tehran menuntut ganti rugi finansial berupa pencairan dan pengembalian aset Iran yang dibekukan oleh otoritas internasional atau Amerika Serikat.
Rezaei juga menyebutkan ada rincian tambahan yang telah disampaikan kepada mediator internasional untuk diteruskan kepada Washington.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



