Breaking News
Trending Tags

Iran Sebut Donald Trump Skizofrenia dan Memanas Hubungan AS

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 14:41 WIB
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Unggahan peta oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 27 Agustus 2026 yang mencantumkan Selat Hormuz sebagai bagian dari “wilayah AS” memicu kecaman keras dan meningkatkan ketegangan diplomatik di kawasan Teluk Persia.

Gambar yang diunggah menyertakan lokasi seperti Puerto Rico, Guam, Northern Mariana Islands, Virgin Islands, Wake Island, serta Selat Hormuz dalam daftar wilayah baru yang diklaim Amerika Serikat.

Pejabat Iran merespons tegas klaim tersebut, menilai langkah ini sebagai provokasi; pernyataan itu menegaskan posisi Iran terkait Selat Hormuz dan penolakan terhadap klaim sepihak asing.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum Internasional, Kazem Gharibabadi, langsung menyerang unggahan itu lewat pernyataan publik yang keras.

Gharibabadi menyebut klaim tersebut sebagai tanda “delusi” dan menambahkan komentar tentang gangguan psikiatris yang menyorot persepsi realitas pihak yang mengajukan klaim.

Dalam pernyataannya yang tersebar di platform X pada akhir Agustus 2026, Gharibabadi juga menguraikan bahwa skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang memengaruhi cara pandang dan berpikir, serta memerlukan perawatan intensif.

Isu penguasaan jalur pelayaran ini bukan hal baru; sejumlah pejabat Washington sebelumnya menyampaikan pernyataan yang menyinggung kesiapan mempertahankan atau mengontrol Selat Hormuz dalam kondisi konflik.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less