Israel Gempur Natanz, Iran Sebut Serangan Sebagai Deklarasi Perang
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025 11:27 WIB
- visibility 95
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jejak sebuah proyektil terlihat di atas Tel Aviv, Israel, pada Sabtu dini hari. (Leo Correa/AP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Militer Israel kembali menggempur fasilitas nuklir bawah tanah milik Iran yang terletak di Natanz, Iran tengah, dalam serangan yang terjadi pada Jumat (13/6/2025). Serangan ini memicu ketegangan baru antara kedua negara yang sejak lama saling bersitegang.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa instalasi pengayaan uranium di Natanz menjadi sasaran militer Israel hanya beberapa menit sebelum laporan tersebut dirilis.
“Beberapa menit yang lalu, rezim Zionis kembali menargetkan Natanz,” demikian disampaikan laporan yang dikutip dari Al Arabiya dan AFP.
Serangkaian ledakan juga dilaporkan terdengar di wilayah barat laut Iran pada hari yang sama. Televisi nasional Iran menyebut bahwa bandara di Kota Tabriz mengalami kebakaran hebat akibat serangan lanjutan yang diduga diluncurkan oleh Israel.
Laporan lebih lanjut dari media lokal menyebutkan bahwa setidaknya 10 lokasi di provinsi Azerbaijan Timur menjadi sasaran serangan.
“Beberapa menit yang lalu, ledakan-ledakan baru terdengar di Azerbaijan Timur,” tulis media pemerintah. Kantor berita Tasnim menyebut serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang.
Pihak pemerintah Iran mengecam keras agresi militer Israel dan menyatakan bahwa serangan ini merupakan bentuk “deklarasi perang”. Militer Israel dilaporkan menargetkan sekitar 100 lokasi strategis di Iran, termasuk pusat penelitian nuklir dan tempat tinggal beberapa tokoh penting. Beberapa pejabat senior, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran dan ilmuwan nuklir ternama, dilaporkan menjadi korban jiwa.
Dalam surat resminya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan keberatan keras atas tindakan Israel.
“Serangan Israel ini adalah deklarasi perang,” tulis Araghchi seperti dikutip kantor berita AFP.
Ia juga meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah atas eskalasi ini.
- Penulis: Hasanah 014



