Breaking News
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Perusakan Bendera dan Politik ‘Terzalimi’ ala SBY

Perusakan Bendera dan Politik ‘Terzalimi’ ala SBY

  • account_circle hasanah editor
  • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
  • visibility 458
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kembali tampil di hadapan publik sebagai korban atau pihak yang terzalimi pada akhir pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, sosok yang akrab disapa SBY itu mengeluhkan aksi vandalisme berupa perusakan baliho Demokrat dan perobekan atribut partainya di Pekanbaru, Riau.

SBY menganggap aksi vandalisme itu sangat menyayat hati karena dialami oleh pihak yang tidak menjadi rival calon presiden petahana Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Menyayat hati, ini ulah pihak-pihak tertentu atau saudara-saudara kami, masyarakat Riau sudah berubah?” kata SBY dalam sebuah video yang diambil Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, Sabtu (15/12).

Insiden vandalisme terhadap atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, bukan panggung pertama SBY tampil sebagai pihak yang terzalimi atau korban. Gaya politik itu telah ia lakoni sejak bertarung dengan capres petahana di Pemilu 2004, Megawati Soekarnoputri.

Panggung pertama terjadi setelah suami Megawati mendiang Taufik Kiemas mempertanyakan sikap SBY yang seperti seorang anak kecil ketika tidak pernah lagi diajak rapat kabinet.

  • Penulis: hasanah editor
expand_less
Skip to toolbar