Anggota DPRD Jabar, Iis Turniasih Minta Pemerintah Peduli Terhadap Penanganan Limbah Medis di Daerah
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2020
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Iis Turniasih
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ADIKARYA PARLEMEN
Hasanah.id – Proses pemeriksaan pasien yang diduga atau terjangkit virus corona di Jawa Barat terus meningkat.
Selain fokus pada penanganan pasien, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berupaya disiplin dalam pengelolaan limbah medis bekas pakai. Salah satunya, Pemprov Jabar telah memerintahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang jasa pengolahan limbah medis, yakni PT Jasa Sarana, melalui PT Jasa Medivest.
Baru ini sebuah foto yang memperlihatkan sampah medis, seperti Alat Pelindung Diri (APD) sejenis Hazmat (baju pelindung) beredar di sejumlah sosial media dan menjadi perbincangan warganet. Hal itu disebabkan sampah medis berada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) umum.
Menyoroti hal itu, Anggota DPRD provinsi Jawa Barat fraksi PDI Perjuangan, Hj. Iis Turniasih menilai pemerintah pusat maupun daerah kurang peduli dengan penanganan limbah medis yang terkesan asal-asalan. Pemerintah kurang pengawasan terhadap klinik, Puskesmas, dan rumah sakit.
Akibatnya, klinik hingga rumah sakit tersebut membuang limbah medis bekas Covid-19 tanpa dipilah dan diolah terlebih dahulu. Pasalnya, limbah medis bekas penanganan Covid-19 ditemukan dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sejumlah kabupaten. Di sana limbah medis bercampur dengan limbah rumah tangga.
- Penulis: Unggung Rispurwo



