Mengenal Tren Soft Living Ala Gen Z dan Milenial, Hidup Anti Burnout Emang Bisa?
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026 18:57 WIB
- visibility 157
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Belakangan ini, istilah soft living semakin ramai diperbincangkan, terutama di kalangan Gen Z dan milenial. Soft living adalah gaya hidup yang menekankan kenyamanan, keseimbangan, dan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak lagi berfokus pada ambisi berlebihan atau budaya hustle tanpa henti, tren ini justru mengajak individu untuk hidup lebih “pelan” dan mindful.
Mengapa Soft Living Digemari Gen Z dan Milenial?
Perubahan pola pikir menjadi salah satu alasan utama mengapa soft living begitu diminati. Generasi muda saat ini mulai menyadari pentingnya kesehatan mental dibanding sekadar pencapaian materi.
Berikut beberapa faktor pendorongnya adalah burnout akibat side hustle, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental bahkan pengaruh dari media sosial yang cukup masif.
Ciri-Ciri Gaya Hidup Soft Living
Soft living bukan berarti malas atau tidak produktif. Justru, gaya hidup ini lebih fokus pada kualitas hidup. Berikut ciri-cirinya:
- Mengutamakan waktu istirahat dan self-care
- Tidak memaksakan diri untuk selalu sibuk
- Menjalani hidup dengan ritme yang lebih santai
- Memilih pekerjaan dan aktivitas yang memberikan kebahagiaan
- Mengurangi tekanan sosial dan ekspektasi berlebihan
Dampak Positif Soft Living
Mengadopsi soft living membawa banyak manfaat, terutama bagi kesejahteraan mental dan emosional seperti mengurangi stress dan kecemasan karena soft living hidup bisa lebih santai membantu pikiran menjadi lebih tenang.
Tak hanya mengurangi stress, soft living juga bisa meningkatkan kualitas hidup karena konsep utama soft living adalah fokus pada hal-hal yang benar-benar penting membuat hidup terasa lebih bermakna dan juga produktivitas jadi lebih sehat.
- Penulis: Friska Putri Aryananta




