Gawat! 7 Dampak Blokade Selat Hormuz Akibat Negosiasi Trump dan Iran yang Buntu
- account_circle MFC Team
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026 13:25 WIB
- visibility 232
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapal perang Amerika melakukan blokade Selat Hormuz
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id, – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah muncul pengumuman mengenai blokade Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan segera memulai tindakan militer tersebut. Langkah drastis ini diambil sebagai konsekuensi langsung setelah negosiasi buntu antara Washington dan Teheran yang digelar di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan apa pun.
Kondisi blokade Selat Hormuz ini diprediksi akan mengubah peta stabilitas keamanan di wilayah Teluk secara signifikan. Berdasarkan data dari Komando Pusat AS (CENTCOM), operasi ini dijadwalkan mulai berlaku pada Senin, 13 April, tepat pukul 10 pagi waktu Amerika Serikat. Trump menegaskan bahwa langkah ini perlu diambil karena Iran dianggap tetap keras kepala dalam urusan pengayaan uranium dan pendanaan proksi militer.
Penyebab Utama Blokade Selat Hormuz oleh Militer AS
Instruksi mengenai blokade Selat Hormuz ini muncul bukan tanpa alasan. CENTCOM mengonfirmasi bahwa pasukan mereka akan menyisir dan menghentikan semua lalu lintas maritim yang masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran. Kebijakan ini mencakup wilayah strategis mulai dari Teluk Arab hingga pesisir Teluk Oman.
Meski blokade Selat Hormuz diberlakukan secara ketat, militer AS mengklaim tidak akan mengganggu navigasi kapal-kapal yang menuju pelabuhan di luar wilayah Iran. Hal ini dilakukan untuk menjaga alur logistik negara sekutu, namun tetap memberikan tekanan ekonomi maksimal kepada rezim Teheran yang menyebabkan negosiasi buntu.
- Penulis: MFC Team




