Menantea Jerome Polin Tutup 25 April 2026: Terbongkar Kasus Penipuan Rp38 Miliar dan Sisi Gelap Bisnis F&B
- account_circle MFC Team
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026 14:22 WIB
- visibility 403
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menantea Jerome Polin Tutup 25 April 2026, Terbongkar Kasus Penipuan Rp38 Miliar (Sumber : Instagram/@jehianps)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan dan bisnis tanah air. Brand minuman kekinian yang sempat viral, Menantea, secara resmi mengumumkan akan berhenti beroperasi secara permanen pada 25 April 2026. Penutupan ini bukan tanpa alasan, YouTuber edukasi Jerome Polin bersama kakaknya, Jehian Polin, akhirnya membongkar adanya dugaan kasus penipuan bernilai fantastis, yakni mencapai Rp38 miliar.
Keputusan untuk menutup gerai Menantea ini diambil tepat lima tahun setelah toko pertama mereka dibuka pada 10 April 2021 lalu. Namun, di balik kesuksesan visual yang sering terlihat di media sosial, tersimpan fakta pahit mengenai penggelapan dana dan manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di internal manajemen operasional mereka.
Penyebab Menantea Jerome Polin Tutup dan Modus Operandi Penipuan
Kasus ini mulai terendus ketika Jerome Polin dan Jehian menyadari adanya ketidakberesan pada arus kas perusahaan. Dalam pengakuannya, Jerome menyebutkan bahwa selama ini ia terlalu menaruh kepercayaan penuh kepada mitra bisnisnya yang mengurusi bagian operasional dan keuangan.
“Kesalahan terbesar saya adalah tidak rutin mengecek mutasi rekening secara langsung. Selama ini laporan yang masuk hanya dalam bentuk file Excel. Ternyata, data di Excel itu sangat mudah dimanipulasi,” ungkap Jerome Polin dalam sebuah sesi diskusi yang kemudian viral di media sosial.
Data yang disajikan dalam laporan bulanan selalu menunjukkan angka yang positif dan seolah-olah perusahaan sedang meraup keuntungan besar. Namun, saat dilakukan audit internal secara mendalam, ditemukan bahwa saldo di rekening perusahaan sebenarnya sudah ludes. Total kerugian yang diakibatkan oleh penggelapan dana ini diperkirakan mencapai Rp38 miliar, dengan aliran dana yang digunakan pelaku untuk menutupi hutang di bisnis lain.
- Penulis: MFC Team




