Bupati Dony Dorong Sekolah Rakyat Miliki Identitas Khas Sumedang
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Dony Dorong Sekolah Rakyat Miliki Identitas Khas Sumedang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Sumedang yang berlokasi di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, pada Rabu (14/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa tahapan awal pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan.
Dalam keterangannya, Bupati Dony menyebutkan bahwa pembangunan SR Sumedang telah memasuki fase persiapan, seperti pematangan lahan, pengurugan, serta pekerjaan awal lainnya. Ia menambahkan bahwa seremoni peletakan batu pertama telah dilaksanakan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sehari sebelumnya.
“Saya ingin memastikan langsung bahwa proses pembangunan sudah dimulai. Alhamdulillah, tahap persiapan sudah berjalan,” ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang menelan anggaran sekitar Rp234 miliar dan ditargetkan selesai pada Juni mendatang melalui skema percepatan pembangunan. Proyek ini termasuk dalam tahap awal atau gelombang pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa SR Sumedang akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang lengkap dan modern. Selain ruang belajar dan asrama, kawasan tersebut juga akan memiliki kantin, lapangan sepak bola, lapangan basket, gedung serbaguna, masjid, rumah ibadah agama lain, clean house, serta sarana penunjang lainnya.
“Ini bukan sekadar sekolah, melainkan kawasan pendidikan terpadu yang diharapkan menjadi yang terbaik di Indonesia,” tegasnya.
Bupati Dony juga menaruh perhatian pada penguatan identitas daerah. Ia meminta agar pembangunan SR Sumedang menampilkan unsur budaya lokal sebagai ciri pembeda, terutama pada bagian gerbang dan titik-titik strategis lainnya.
“Harus ada karakter Sumedang yang terasa. Ornamen budaya lokal perlu ditampilkan dan dirancang oleh pihak yang kompeten,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat di Ujungjaya tidak hanya memberikan manfaat di bidang pendidikan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Tenaga kerja lokal diharapkan dapat terlibat, baik dalam proses pembangunan maupun saat sekolah mulai beroperasi, termasuk pada sektor dapur dan fasilitas pendukung.
“Ini akan membuka peluang ekonomi bagi warga, UMKM bisa berkembang, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dari segi geografis, lokasi SR Sumedang dinilai sangat menguntungkan karena berada di kawasan pertemuan Tol Cisumdawu dan Tol Cipali, serta berjarak sekitar 8 hingga 10 kilometer dari Bandara Kertajati. Akses menuju kawasan industri dan wilayah strategis seperti Patimban dan Cirebon pun relatif dekat.
Bupati Dony menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen penuh untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang agar dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik.
“Kami mohon doa agar proses pembangunan berjalan lancar, seluruh pihak yang terlibat diberi kesehatan dan keselamatan, sehingga target penyelesaian pada bulan Juni dapat tercapai,” pungkasnya.
- Penulis: Bobby Suryo
