Breaking News
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Datangi Suku Baduy, PDIP: Bukan Sekedar Urusan Suara Pemilu 2019

Datangi Suku Baduy, PDIP: Bukan Sekedar Urusan Suara Pemilu 2019

  • account_circle hasanah editor
  • calendar_month Jumat, 21 Des 2018
  • visibility 425
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejumlah petinggi PDIP menggelar silaturahmi dengan masyarakat Suku Baduy. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku, pertemuan dilakukan bukan karena soal urusan suara Pemilu semata.

“Di sini bukan urusan suara. Tapi ada jauh lebih penting yakni bagaimana Indonesia harus belajar merawat lingkungan ini (Baduy). Masyarakat kita bersama,” kata Hasto di Baduy Luar, Banten, Kamis sore (20/12/2018).

PDIP, lanjut Hasto, memiliki ikatan emosional mendalam dengan Suku Baduy. Saking dekatnya, mereka memilki panggilan khusus untuk Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yaitu Ibu Gede.

“Ibu Gede itu bagi mereka ibu yang dihormati. Kan beberapa kalau ada utusan Puun (Kepala Suku Baduy) ketemu Ibu Mega, mereka menyebut Ibu Gede, yang komunikasinya dengan kebatinan, mata hati,” jelas Hasto.

Perwakilan Suku Baduy, Kepala Desa Kanekes Djaro Saija mengapresiasi atas silaturahmi ini. Mereka juga berterimakasih atas hak ulayat yang terus terjaga dari zaman Megawati hingga di zaman Jokowi.

“Jadi kami berterima kasih karena Pak Hasto dan Pak Djarot menyempatkan diri berkunjung ke Baduy. Jasa Megawati saat menjabat sebagai presiden yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 32 Tahun 2001 Tentang Perlindungan Atas Hak Ulayat Baduy bisa tersebut masih terjaga,” kata Djaro.

Hak Ulayat Diperluas

Djaro berharap hak ulayat yang saat ini mencakup kawasan hak tanah ulayat masyarakat Baduy di Desa Kanekes seluas 5.101 hektare, di antaranya seluas 3.000 hektare terdapat hutan lindung ini dapat diperluas demi kemaslahatan dan pelestarian terjaga dari warga Baduy itu sendiri.

“Saya rasakan sudah terbentuk Perda itu perjuangna Ibu Mega dulu kami banyak terima kasih, dan berharap, agar ada perluasan lahan pertanian bagi masyarakat suku Baduy yang berada di lereng Gunung Kendeng, Kecamatan Leuwidamar,” Djaro menyudahi. LIPUTAN6

  • Penulis: hasanah editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dapat Bitcoin Gratis Tanpa Modal, Apakah Mungkin? Ini Rahasianya!

    Dapat Bitcoin Gratis Tanpa Modal, Apakah Mungkin? Ini Rahasianya!

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle vritimes com
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Bitcoin semakin populer sebagai aset digital, namun harga yang tinggi membuat banyak orang ragu untuk membelinya. Namun, apakah mungkin mendapatkan Bitcoin gratis tanpa modal? Jawabannya: ya, ada beberapa metode efektif untuk mencoba mendapatkan Bitcoin secara gratis tanpa perlu kamu beli BTC.  Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda coba. 1. Airdrop Airdrop adalah salah satu metode […]

  • Komisi II DPR Desak Menteri ATR Aktif Selidiki Kasus Pagar Laut di Tangerang

    Komisi II DPR Desak Menteri ATR Aktif Selidiki Kasus Pagar Laut di Tangerang

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 22
    • 0Komentar

    HASANAH.ID, JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Indrajaya, meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, untuk lebih proaktif dalam menangani kasus pembangunan pagar laut di perairan Tangerang. Menurutnya, pembangunan pagar laut tersebut merupakan bentuk penguasaan lahan yang tidak bisa diabaikan. “Kalau penguasaan lahan di darat menggunakan patok, maka di laut […]

  • DPRD Jabar Hj Ijah Hartini Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pangandaran

    DPRD Jabar Hj Ijah Hartini Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pangandaran

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle kusnadi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    ADIKARYA PARLEMEN HASANAH.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ijah Hartini menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, Senin (21/4/2022) Dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini Hj Ijah Hartini menjabarkan bagaimana perumusan Pancasila, perumusan UUD 1945, Semboyan Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. “Dengan disosialisasikannya 4 […]

  • Hadapi Pelemahan Ekonomi, Pemerintah Perlu Dorong Pemulihan Daya Beli

    Hadapi Pelemahan Ekonomi, Pemerintah Perlu Dorong Pemulihan Daya Beli

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle khasanah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 kembali mengalami kontraksi sebesar minus 3,49 persen secara tahunan setelah pada kuartal II-2020 lalu terkontraksi sebesar minus 5,32 persen (yoy). Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendorong pemerintah untuk menggenjot pemulihan daya beli masyarakat melalui instrumen APBN […]

  • Hari Stroke Sedunia: Omron Bagikan Tips Cegah Fibrilasi Atrium (AFib) dengan Perangkat Praktis

    Hari Stroke Sedunia: Omron Bagikan Tips Cegah Fibrilasi Atrium (AFib) dengan Perangkat Praktis

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Menjelang Hari Stroke Sedunia pada 29 Oktober 2024, Omron Healthcare Indonesia menyoroti salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke, yaitu fibrilasi atrium (AFib). AFib merupakan gangguan irama jantung yang secara signifikan meningkatkan risiko stroke, hingga lima kali lipat dibandingkan mereka yang memiliki ritme jantung normal. AFib sering disebut sebagai ‘pembunuh senyap’ karena gejalanya […]

  • Polisi Klasifikasikan Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Jadi Tiga Kelompok

    Polisi Klasifikasikan Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Jadi Tiga Kelompok

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Polda Jawa Timur membagi pendataan korban reruntuhan mushala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ke dalam tiga kelompok besar: santri, pengurus pesantren, dan pekerja bangunan. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi dan pelacakan korban. “Kita kelompokkan dalam tiga kategori, yaitu santri, pengurus, dan para […]

expand_less