Breaking News
Trending Tags

Utang Proyek Whoosh Membengkak, Menkeu Purbaya Tolak Gunakan APBN

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025 15:38 WIB
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutupi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Menurutnya, tanggung jawab pembayaran seharusnya menjadi urusan pihak swasta dan BUMN yang kini mengelola proyek tersebut.

“Whoosh itu sekarang di bawah kendali Danantara, dan mereka sudah menikmati lebih dari Rp80 triliun dividen dari BUMN. Jadi seharusnya manajemen keuangan utangnya ditangani dari sana,” tegas Purbaya usai melakukan sidak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/10/2025).

Ia menilai akan tidak adil jika keuntungan dikelola oleh Danantara, namun beban keuangan malah dialihkan ke pemerintah lewat APBN.

“Kalau keuntungannya untuk mereka, kenapa bebannya jadi tanggung jawab negara? Logikanya tidak nyambung,” lanjutnya.

Proyek Whoosh memang sempat menjadi rebutan antara China dan Jepang pada 2015 lalu. Saat itu, China menawarkan investasi sebesar US$5,13 miliar, lebih murah dibandingkan proposal Jepang senilai US$6,2 miliar.

Namun, pada perjalanannya, nilai investasi membengkak hingga mencapai US$7,2 miliar (sekitar Rp116,54 triliun, dengan kurs Rp16.186/US$), atau naik signifikan dari rencana awal.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less