Kospi Anjlok 2,01% Setelah AS Umumkan Blokade Pelabuhan Iran
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026 10:31 WIB
- visibility 75
- comment 0 komentar
- print Cetak

Blokade Iran Tekan Bursa Asia Dan Saham Regional Melemah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Sentimen pasar di Asia melemah setelah pengumuman kebijakan Amerika Serikat yang menyangkut Selat Hormuz, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan perdagangan energi global.
Di Jepang, aksi jual menekan indeks Nikkei 225 hingga turun 1,17 persen dan Topix melemah 0,51 persen pada pembukaan perdagangan.
Di Korea Selatan, tekanan lebih besar tercermin pada indeks Kospi yang merosot 2,01 persen, sementara Kosdaq turun 1,8 persen, setelah berita mengenai Selat Hormuz mengguncang sentimen risiko regional.
Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 dibuka melemah 0,29 persen seiring aliran modal ke aset yang dianggap lebih aman.
Investor menilai rencana kebijakan AS dapat mengganggu jalur pasokan minyak yang strategis, sehingga meningkatkan premium risiko untuk kapal-kapal niaga dan energi.
Presiden Donald Trump menyatakan niat untuk memberlakukan tindakan yang memperketat kontrol terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan menerapkan biaya bagi kapal yang melintasi wilayah tersebut.
Reaksi pasar terlihat pada pergeseran dana dari aset berisiko ke instrumen safe haven, yang menekan performa bursa saham di kawasan Asia.
Para analis memperingatkan bahwa eskalasi kebijakan ini berpotensi meningkatkan volatilitas harga minyak dan menimbulkan tekanan pada prospek pertumbuhan ekonomi global jika ketegangan berlanjut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




