Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Film Dirty Election Ungkap Kecurangan Pemilu Berbasis Teknologi

Film Dirty Election Ungkap Kecurangan Pemilu Berbasis Teknologi

  • account_circle Hasanah 012
  • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – BANDUNG. Pemutaran Film Dirty Election mengenai kecurangan Pemilu 2024 ditayangkan dalam merespons kejadian yang berulang sama dengan Pemilu 2019 di Universitas Padjajaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung pada Kamis, (29/5/2024).

Roy Suryo, Eks Menpora mengatakan film ini dibuat atas dasar kepedulian terhadap penegakan demokrasi dan keadilan. Film tersebut memperlihatkan bagaimana SIREKAP yang menjadi alat elektronik untuk menghitung suara Pemilu justru menjadi celah yang menganga dalam membuat kecurangan.

Ia mengatakan film tersebut dibuat karena adanya banyak permintaan untuk segera ditayangkan kepada APDI (Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia). Film yang terinspirasi dari Dirty Vote dengan menggali lebih jauh secara ilmiah dengan menginvestigasi khusus terutama SIREKAP.

“Kita sudah lama dalam meneliti Pemilu sejak 2019 terjun langsung melihat praktek kenyataannya masih sama seperti 2024 terulang kembali dan sepertinya bangsa ini kita terus mengulangi,” ucapnya.

Koordinator APDI, Akhmad menjelaskan film ini memuat tiga hal yaitu analogi kecurangan dan pencarian integritas, anomali pemilu dari sisi hukum dan amicus curiae brief dibaca oleh 2 disetting opinion hakim serta sistem informasi.

Sementara itu, Perekat Nusantara, Petrus Salestinus mengatakan hanya tiga hakim yang lurus terhadap penegakan demokrasi dari delapan hakim yang ada. Menurutnya banyak ketidaksinkronan data baik itu dari SIREKAP dan hasil suara yang asli.

Bahkan menurutnya hasil KPU dari 2019 hingga 2024 seringkali banyak yang tidak bisa dipercaya. Mereka selalu memantau hasil rekapitulasi dan Rapat Pleno serta melihat bahwa pembeli serta vendor memiliki ‘back door’ terhadap angka yang bisa dapat berubah-ubah.

“Ketidaksinkronan dengan perolehan suara Paslon dengan suara sah ada 24 juta. Jumlah pemilih hadir dan tercatat tidak sama 34rb TPS dan itu setara 10 jt. Apakah hal itu by order atau ketidakmampuan? Sebenarnya kita sudah digiring dari awal dengan angka tertentu,” pungkasnya.

  • Penulis: Hasanah 012

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Program Santani, Wakil Gubernur Jabar Serahkan Alat Pertanian

    Gerakan Program Santani, Wakil Gubernur Jabar Serahkan Alat Pertanian

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2020
    • account_circle khasanah
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Program Santri Tani atau Santani yang digagas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bertujuan memberikan kemampuan kepada para santri di bidang pertanian agar mandiri secara ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum kembali menyerahkan alat pertanian guna merealisasikan program Santri Tani (Santani) kepada Pondok Pesantren Annur, […]

  • Wakopi

    Warkopi Resmi Bubar dan Ganti Nama Baru

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle hasanah 009
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Beberapa waktu silam terjadi ketegangan antara grup Warkopi dengan Warkop DKI. Namun kini Warkopi mengakhiri polemiknya dengan Warkop DKI. Grup yang terdiri dari tiga pemuda yakni Dimas, Alfin, dan Asep kini resmi membubarkan diri, Mereka dikabarkan akan tetap eksis di dunia hiburan. Eks member grup wakopi tersebut akan menggunakan nama baru. “Atas arahan […]

  • Hasanuddin – Anton Charliyan Berkomitmen Penuh untuk Membangun Jabar Sejahtera

    Hasanuddin – Anton Charliyan Berkomitmen Penuh untuk Membangun Jabar Sejahtera

    • calendar_month Jumat, 8 Jun 2018
    • account_circle hasanah editor
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Mengatasi kesenjangan di Jawa Barat. Seperti, kemiskinan, pendidikan, pengangguran, dan kesehatan. Pasang Calon (Paslon) Hasanah nomor urut 2, Hasanuddin (Kang Hasan) serta Anton Charliyan (Kang Anton) berkomitmen akan menciptakan kesejahteraan berkualitas. Kesejahteraan berkualitas adalah program yang mengedepankan kebutuhan seluruh masyarakat Jawa Barat. Dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan kerja, menyediakan modal usaha, memberi pinjaman uang pendidikan tanpa […]

  • Ilustrasi Palu hakim dan patung Lady Justice (Freepik)

    UU TNI Dinilai Cacat Hukum, Mahasiswa FH UI Gugat ke MK

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Hasanah 014
    • visibility 56
    • 0Komentar

    HASANAH.ID – Tujuh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggugat revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Langkah hukum ini diambil setelah DPR RI mengesahkan revisi UU TNI dalam Rapat Paripurna yang digelar Kamis, 20 Maret 2025. Gugatan yang dilayangkan ke MK tersebut menyoroti dugaan pelanggaran prosedur dalam proses legislasi. Kuasa […]

  • Anggota Komisi II DPR RI Cornelis Kritik Rencana Kenaikan Gas Elpiji

    PDIP Kritik Pemerintah atas Kenaikan Gas Elpiji Berbanding Terbalik Dengan Turunnya BBM

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle hasanah 006
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jakarta-Hasanah.id – Anggota Komisi VII DPR RI Ismail Thomas menilai kebijakan Pemerintah yang akan menaikan harga jual gas elpiji bersubsidi kapasitas 3 kilogram dinilai berdampak pada perekonomian nasional. Pasalnya elpiji 3 kg itu banyak dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah. Perlu rencana matang agar kebijakan tersebut tidak salah arah. “Kami menginginkan klarifikasi dari Kementerian ESDM (Energi […]

  • Mantan anggota DPR RI Sekaligus Politisi PDI Perjuangan Agus Condro Wafat

    Mantan anggota DPR RI Sekaligus Politisi PDI Perjuangan Agus Condro Wafat

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2019
    • account_circle khasanah
    • visibility 233
    • 0Komentar

    HASANAH.ID – Mantan anggota DPR RI sekaligus politisi PDI Perjuangan, Agus Condro Prayitno, dikabarkan meninggal dunia Jumat (21/6) sore. Politisi asal Kabupaten Batang tersebut meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB di RSUP dr Kariadi Semarang. “Jenazah sudah dibawa pulang ke kediamannya di Batang sejak pukul 17.00,” ujar Staf Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Aditya Kandu […]

expand_less
Skip to toolbar