Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » FKP DAS Koorwil Kabupaten Garut Inisiasi GERAKAN DESA PEDULI DAS

FKP DAS Koorwil Kabupaten Garut Inisiasi GERAKAN DESA PEDULI DAS

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Kondisi DAS (Daerah Aliran Sungai) di Kabupaten Garut yang semakin memprihatinkan, hal tersebut dapat diketahui dengan indikasi luasnya lahan kritis, semakin seringnya banjir, kekeringan, tanah longsor dan pencemaran air yang merugikan kehidupan masyarakat dan lingkungan.

Penurunan kualitas DAS di Kabupaten Garut ini disebabkan antara lain oleh tekanan penduduk yang meningkat; pembangunan industri, pemukimam, infrasturuktur, sampah dan limbah industri ; rendahnya kapasitas institusi yang tugasnya mencegah dan merehabilitasi kerusakan sumberdaya; Kebijakan yang belum berpihak kepada pelestarian sumberdaya alam (SDA); Koordinasi yang belum optimal antar stakeholder terkait; serta Kesadaran dan partisipasi berbagai pihak termasuk sebagian masyarakat yang masih kurang dalam konteks pemanfaatan dan pelestarian SDA.

Menyikapi hal tersebut, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDas Korwil Kabupaten Garut) bergerak cepat melakukan aksi nyata, sehingga eksistensi FKPDas Kabupaten Garut semakin kuat di masyarakat.

“FKPDas Koorwil Kabupaten Garut saat ini tengah menginisiasi sebuah aksi nyata melalui program unggulan GERAKAN DESA PEDULI DAS, pada tahap awal rencana program ini sudah dimatangkan di tataran pengurus dan telah di sampaikan kepada stakeholder yang berkompeten di Kabupaten Garut, seperti Cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Dinas PUPR kabupaten Garut, BPDASHL Cimanuk Citanduy, FKPAS Provinsi Jabar, hingga Bupati Garut,” ujar Uun Frinawati, A.Ks, S.Sos, ketua FKPDAS Koorwil Kabupaten Garut, saat di hubungi, Kamis, 22/10/2020.

Disinggung terkait tingginya potensi kebencanaan yang kerap menimpa masyarakat di Kabupaten Garut, dijelaskan Uun, gerakan ini menjadi pendorong dan penggerak di bidang lingkungan dan pihaknya hanya menjadi jembatan atau mediator dalam membangun sinergitas dan kolaborasi para stakeholder dengan memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan soal lingkungan.

“Secara teknis, yang pertama adalah gerakan yang dilakukan secara massif, terintegrasi dan holistik yang berkaitan dengan tata kelola DAS. Melihat kondisi kerusakan DAS dan bencana yang tinggi, dibutuhkan satu rencana terpadu, satu keseragaman dalam penanganan, komprehensif yang harus dilaksanakan multipihak. Artinya adalah, bagaimana kolaborasi dan peranan para leading sektor secara pentaholic dalam tata kelola DAS. Kedua, bagaimana peran non government yang akan berkontribusi terhadap tata kelola DAS. Ketiga peran elemen akademisi dengan tugas dan fungsinya melakukan kajian dan analisis. Keempat, Duniaa usaha, dimana dunia usahailiki tanggung jawab CSR, dalam gerakan ini kami akan mendorong kontribusi dunia usaha melalui CSR nya untuk berkontribusi sehingga dana yang digulirkan dapat terukur dan terencana. Dan yang kelima, peran Media massa sebagai media informasi yang edukatif sangat membantu gerakan ini,” jelas Uun.

Uun menambahkan, sesuai dengan rencana strategis FKPDAS Koorwil Kabupaten Garut, dalam waktu dekat pihaknya akan mengimpelmentasikan tahapan dari gerakan ini melalui FGD sebagai upaya membuat satu kesepakatan bagaimana tupoksi masing-masing stakeholder dalam tata kelola DAS.

“Perlu payung hukum jika para stakeholder ini ingin serius menangani dan melaksanakan tata kelola DAS yang baik, kami FKPDAS Koorwil Garut akan mendorong pemerintah kabupaten Garut untuk melahirkan kebijakan terkait program GERAKAN DESA PEDULI DAS ini paling tidak menjadi sebuah Perda.” Pungkasnya.

Sementara itu, Ir. Yudi Rismayadi, M.si, IPU, Sekretaris FKPDAS Koorwil Kabupaten Garut, menambahkan, gerakan peduli DAS berbasis desa adalah upaya gerakan kolektif dan kolaboratif dalam wilayah mikro DAS.

“Gerakan ini adalah upaya preventif dengan melakukan penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana, selain pemulihan DAS yang dimulai dalam wilayah kecil yaitu desa. Dengan tipologi masyarakat di kabupaten Garut yaitu masyarakat pedesaan dengan jumlah desa sekitar hutan terdapat 228 desa atau 60% dari total desa yang ada di kabupaten Garut, kami harap dari geraka desa peduli DAS ini akan menjadi pionir bagi wilayah yang lebih luas,” ungkapnya. (Uwo/kus)

  • Penulis: Unggung Rispurwo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fayakhun

    Ini Tanggapan TB Hasanuddin Soal Kesaksian Anggota DPR RI Fayakhun

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2018
    • account_circle khasanah
    • visibility 1.849
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin menanggapi kesaksian anggota DPR RI Fayakhun Andriadi dalam kasus suap pengadaan satelit monitoring dan drone Badan Keamanan Laut. Fayakhun bersaksi untuk terdakwa Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018). Dalam sidang tersebut, nama Tubagus Hasanuddin […]

  • Anggota DPRD Jabar Iis Turniasih

    DPRD Jabar Iis Turniasih Dorong Pers Sinergi Kawal Tugas Wakil Rakyat Di Daerah

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle Unggung Rispurwo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    HASANAH.ID – PURWAKARTA. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Iis Turniasih menyampaikan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2023. Menurut Iis, peran dan kontribusi pers sangat luar biasa sebagai penyeimbang kinerja pemerintah termasuk para legislator. “Saya menyampaikan selamat Hari Pers Nasional tahun 2023, keberadaan pers sangat penting sebagai […]

  • Pemerintah Harus Turun Langsung dalam Memberikan Edukasi Pengelolaan Sampah

    Pemerintah Harus Turun Langsung dalam Memberikan Edukasi Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle hasanah 006
    • visibility 42
    • 0Komentar

    HASANAH.ID. KOTA BANDUNG – Permasalahan sampah masih membayangi Kota Bandung, walau darurat sampah sudah dicabut tetapi masalah sampah tidak hilang begitu saja. Ditambah kini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti tidak menerima sampah organik, hanya residu saja sejak awal Januari 2024 pasca kebakaran. Baca Juga: Aa Umbara Dituntut Tujuh Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya Menurut […]

  • Pop Mie Campus Gaming Ground Bikin Esports Menyala di UPN Veteran Jakarta!

    Pop Mie Campus Gaming Ground Bikin Esports Menyala di UPN Veteran Jakarta!

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle vritimes com
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Edisi Ketiga yang Ditunggu-tunggu, Pop Mie Hadirkan Pengalaman Gaming yang Beda di Jakarta! Jakarta, 28 November 2024 — EVOS, salah satu organisasi gaming-entertainment terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, kembali berkolaborasi dengan Pop Mie, brand FMCG favorit anak muda. Kolaborasi strategis yang telah berjalan selama enam tahun ini kini menghadirkan gebrakan baru, yaitu Pop Mie Campus Gaming […]

  • Jadi Government Tourism, Sumedang Tetap Terus Berbenah dan Berinovasi

    Jadi Government Tourism, Sumedang Tetap Terus Berbenah dan Berinovasi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Keberhasilan Sumedang dalam meraih predikat tertinggi dalan penerapan SPBE menjadi rujukan bagi pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia untuk belajar, khususnya mengenai inovasi e-Office dan e-SAKIP. Hal ini yang mendorong nyaris setiap hari ada kunjungan kerja ke Sumedang dari daerah lain. “Hampir setiap hari Pemda Sumedang menerima kunjungan studi komparatif dari berbagai kabupaten dan kota di […]

  • KPK Sita Dokumen Anggaran Usai Geledah Kantor Gubernur Riau

    KPK Sita Dokumen Anggaran Usai Geledah Kantor Gubernur Riau

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di kantor Gubernur Riau, Abdul Wahid. Dari hasil kegiatan tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik (BBE) yang diduga berkaitan dengan pengelolaan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. “Tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai dokumen serta barang bukti elektronik yang diduga terkait […]

expand_less
Skip to toolbar