Bukti Kasus Kekerasan Seksual Lewat Grup Chat Disebut Lemah di Mata Hukum, Begini Tantangan Implementasi UU TPKS
- account_circle MFC Team
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026 13:30 WIB
- visibility 254
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bukti Kasu Kekerasan Seksual Lewat Grup Chat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tantangan Implementasi UU TPKS dan Perlindungan Korban
Kehadiran UU TPKS sejatinya membawa angin segar bagi perlindungan korban. Namun, jika bukti kasus kekerasan seksual lewat grup chat terus dipandang sebelah mata, maka efektivitas undang-undang ini akan dipertanyakan. Persoalan utama bukan terletak pada ketiadaan hukum, melainkan pada perspektif aparat yang belum sepenuhnya sensitif terhadap gender dan realitas kejahatan siber. Korban sering kali diminta untuk membuktikan sendiri keaslian pesan tersebut, yang justru menambah beban trauma bagi mereka.
Lebih lanjut, ketika bukti kasus kekerasan seksual lewat grup chat dianggap lemah, hal ini memberikan sinyal buruk bagi para penyintas lainnya untuk melapor. Mereka merasa percuma mengumpulkan bukti-bukti digital jika pada akhirnya laporan mereka ditolak di kepolisian karena alasan “kurang bukti”. Oleh karena itu, diperlukan sinkronisasi yang lebih baik antara UU TPKS dengan kemampuan teknis penyidik dalam mengelola bukti digital kekerasan seksual agar tidak ada lagi celah hukum bagi pelaku untuk berkelit.
Pentingnya Digital Forensik dalam Memperkuat Bukti Hukum
Untuk mengatasi anggapan bahwa bukti kasus kekerasan seksual lewat grup chat itu lemah, peran ahli digital forensik menjadi krusial. Digital forensik tidak hanya mengambil tangkapan layar, tetapi melakukan ekstraksi data mentah dari perangkat untuk membuktikan bahwa percakapan tersebut benar-benar terjadi tanpa ada modifikasi. Dengan pendekatan sains ini, bukti digital kekerasan seksual dapat memiliki kedudukan yang setara dengan bukti fisik lainnya di mata hakim.
Pemerintah dan institusi terkait harus mulai mengalokasikan sumber daya lebih besar untuk pelatihan digital forensik bagi penyidik di tingkat daerah. Tanpa pemahaman teknologi yang mumpuni, bukti kasus kekerasan seksual lewat grup chat akan selalu dipandang sebagai “bukti lemah”. Padahal, di era digital saat ini, jejak elektronik adalah saksi bisu yang paling jujur jika dikelola dengan metode yang tepat dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
- Penulis: MFC Team




