Breaking News
Trending Tags

Tedros Adhanom Ghebreyesus peringatkan panas mematikan

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 22:23 WIB
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Otoritas kesehatan Prancis melaporkan sekitar 1.000 kematian tambahan dalam kurun waktu kurang dari seminggu akibat gelombang panas Prancis yang kini dianggap sebagai yang terburuk dalam lebih dari dua dekade.

Suhu terobosan melebihi 40 derajat Celsius di banyak wilayah dan menandai hari terpanas nasional sejak 2003, menurut catatan resmi.

Kenaikan angka kematian yang tajam mulai terlihat sejak 24 Juni, kata badan kesehatan nasional, sebuah pola yang dikaitkan langsung dengan gelombang panas Prancis.

Lonjakan korban terakumulasi sampai akhir pekan terakhir bulan Juni dan menimbulkan tekanan besar pada layanan kesehatan.

Sekitar 85 persen korban merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas, menggarisbawahi kerentanan kelompok lanjut usia terhadap suhu ekstrem.

Kematian yang terjadi di rumah meningkat hingga sekitar 40 persen dibanding periode normal.

Peningkatan kematian di rumah paling signifikan tercatat di Ile-de-France, kawasan yang mencakup Paris.

Wilayah lain yang terdampak berat meliputi Normandy, Brittany, Centre-Val de Loire, Pays de la Loire, dan Nouvelle-Aquitaine.

Pejabat kesehatan menyerukan penguatan solidaritas untuk warga terisolasi dan mereka yang mengalami kesepian ekstrem.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less