Breaking News
Trending Tags

Jesús Fernández-Villaverde menyebut angka lahir global turun

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 06:41 WIB
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Momentum demografis dari generasi besar sebelumnya membuat populasi global belum menyusut saat ini.

Namun model peneliti memperlihatkan populasi dunia dapat mencapai puncak sekitar 9 miliar pada 2056 sebelum mulai menurun.

Penurunan kesuburan mencakup negara-negara kaya dan berkembang.

Contoh angka kesuburan pada 2025 adalah sekitar 0,87 di Thailand, 1,01 di Kolombia, 1,35 di Iran, dan 1,52 di Brasil.

Para penulis menekankan bahwa penurunan disebabkan kombinasi faktor: biaya perumahan, biaya dan akses perawatan anak, ketidakamanan ekonomi, akses kontrasepsi, serta perubahan norma sosial dan preferensi keluarga.

Beberapa negara telah merespons dengan kebijakan keluarga dan insentif untuk mendorong kelahiran; Rusia disebut sebagai contoh negara yang menempatkan demografi sebagai prioritas kebijakan.

Di tingkat internasional, temuan ini memicu perdebatan tentang apakah kebijakan fiskal, dukungan perumahan, subsidi perawatan anak, atau langkah lain diperlukan untuk menghadapi penurunan populasi.

Periset menilai tidak ada solusi tunggal dan mendorong kombinasi insentif ekonomi, dukungan sosial, dan perubahan struktur pasar tenaga kerja.

Perubahan proyeksi PBB mencerminkan pergeseran pandangan demografis; proyeksi 2015 sempat menunjukkan kemungkinan lebih dari 11,2 miliar pada 2100, sementara revisi 2024 memperkirakan puncak sekitar 10,3 miliar pada pertengahan 2080-an dan sekitar 10,2 miliar pada 2100.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less