Breaking News
Trending Tags

Sindir Gubernur Kaltim, Dedi Mulyadi Justru Pinjamkan Mobil Dinas ke Walikota Banjar: Kasihan

  • account_circle anshori
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026 08:30 WIB
  • visibility 401
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk solidaritas antarpemerintah daerah sekaligus contoh konkret efisiensi anggaran. Alih-alih melakukan pengadaan baru yang membutuhkan biaya besar, aset yang sudah ada dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan publik.

Dedi menegaskan bahwa fasilitas negara semestinya difokuskan untuk mendukung kinerja pemerintahan dan pelayanan masyarakat, bukan sekadar simbol jabatan atau kemewahan.

Keputusan Dedi Mulyadi semakin menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah sorotan terhadap anggaran mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Dalam APBD 2025, muncul alokasi dana sebesar Rp 8,5 miliar untuk pengadaan satu unit mobil dinas pimpinan daerah.

Perbandingan ini memicu diskusi publik mengenai prioritas belanja daerah. Di satu sisi, ada pengadaan kendaraan baru dengan nilai fantastis. Di sisi lain, ada kebijakan memaksimalkan aset yang sudah tersedia tanpa membebani anggaran tambahan.

Langkah Dedi dinilai sebagai simbol pendekatan berbeda dalam pengelolaan keuangan daerah, terutama dalam konteks efisiensi dan sensitivitas terhadap kondisi fiskal.

Tak hanya meminjamkan mobil dinasnya, Dedi juga melakukan penataan ulang penggunaan kendaraan operasional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sejumlah kendaraan dinas yang sebelumnya terpusat di Gedung Pakuan kini didistribusikan kepada Sekretaris Daerah, kepala biro, hingga staf bagian umum yang membutuhkan untuk operasional kerja.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less