Sindir Gubernur Kaltim, Dedi Mulyadi Justru Pinjamkan Mobil Dinas ke Walikota Banjar: Kasihan
- account_circle anshori
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026 08:30 WIB
- visibility 402
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sebut Orang Nge-Gym "Goblok", Timothy Ronald Direspons Dedi Mulyadi: "Kalau Lapor, Saya Kirim ke Barak Militer"
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, Dedi mengaku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari-hari. Baginya, yang terpenting adalah efektivitas kerja dan pelayanan masyarakat, bukan fasilitas yang melekat pada jabatan.
Sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, Dedi Mulyadi menyatakan telah melakukan penghematan signifikan dalam berbagai pos anggaran operasional gubernur. Beberapa pengeluaran yang dianggap kurang mendesak langsung dihapus atau dipangkas.
Anggaran pakaian dinas gubernur yang sebelumnya mencapai lebih dari Rp 150 juta dihilangkan. Anggaran kunjungan luar negeri sebesar Rp 1,5 miliar juga ditiadakan. Sementara itu, anggaran perjalanan dinas yang semula Rp 1,8 miliar dipangkas menjadi Rp 700 juta.
Langkah tersebut diklaim mampu memangkas hampir 40 persen dari total belanja operasional tertentu. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang lebih hemat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Dedi, fasilitas negara bukanlah alat untuk menunjukkan kemewahan, melainkan sarana untuk memperlancar tugas pemerintahan. Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma bahwa jabatan tidak selalu identik dengan fasilitas mewah.
Dengan meminjamkan Toyota Alphard kepada Wali Kota Banjar, Dedi berharap roda pemerintahan di tingkat kota tetap berjalan optimal tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran baru. Kebijakan ini juga menjadi pesan bahwa kolaborasi antarlevel pemerintahan dapat menjadi solusi atas keterbatasan fiskal.
- Penulis: anshori



