Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Kanda Kurniawan: Putusan MK Ubah Dinamika Politik Calon Kepala Daerah

Kanda Kurniawan: Putusan MK Ubah Dinamika Politik Calon Kepala Daerah

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – CIMAHI. Dipastikan, tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi telah resmi mendaftarkan diri ke KPU Kota Cimahi menjelang Pilkada Kota Cimahi tahun 2024.

Pengamat politik Kota Cimahi, Kanda Kurniawan mengatakan, perhelatan pesta demokrasi Pilkada Kota Cimahi nanti sangat kompetitif dan menarik untuk terus disimak.

Menurut Kanda, ketiga pasangan yang terdiri dari Dikdik – Bagja Setiawan, kemudian ada Ngatiyana – Adhitia Yudisthira dan terakhir adalah Bilal Insan Priatna – Mulyana memiliki basis konstituen yang sudah mereka peta kan.

“Kita ketahui bersama, ada tiga pasangan calon yang sudah mendaftar ke KPU Kota Cimahi hingga di penghujung waktu yang sudah ditentukan. Ketiganya memiliki basis konstituen dan pastinya sudah dipetakan oleh tim nya masing-masing,” ujar Kanda Kurniawan, saat ditemui Kamis 29 Agustus 2024.

Hal menarik menurut Kanda dalam Pilkada 2024 adalah saat pemberlakuan keputusan MK di akhir atau menjelang pendaftaran dibuka.

Putusan MK yang mengubah syarat pencalonan kepala daerah tersebut, menurut Kanda, telah memunculkan calon-calon baru, yang mana kemunculannya menjadi calon kepala daerah alternatif baik untuk proses demokrasi.

“Banyak calon yang ternyata awalnya nggak punya tiket, karena harus 20 persen kursi. (Sekarang) dengan syarat 10, 8,5, 7,5 dan 6,5 persen membuat banyak calon baru bermunculan, saya kira ini sehat bagus bagi demokrasi, seperti di Pilkada Kota Cimahi muncul nama pasangan Bilal Insan Priatna – Mulyana dari PDI Perjuangan,” kata Kanda Kurniawan.

Ia mengatakan, dinamika ini merupakan konsekuensi dari keputusan MK dan menggambarkan bahwa koalisi besar tidak selalu efektif.

Perubahan ini menunjukkan partai-partai kini lebih fleksibel dalam strategi mereka, terutama merespons kondisi politik yang cepat dan dinamis

“Sebuah konsekuensi dari putusan MK, dimana koalisi besar dalam Pilkada yang sangat dinamis belum tentu bisa memenangkan pasangan Calon yang usung. Hal terpenting menurut saya adalah bagaimana komitmen yang dibangun para calon pemimpin daerah meyakinkan para konstituennya melalui visi misi yang diembannya apakah sesuai atau menarik bagi masyarakat, apalagi masyarakat Kota Cimahi yang menginginkan sosok Pimpinan yang memiliki integritas tinggi, jujur dan amanah bertekad memutus mata rantai Korupsi para pimpinannya,” tegas Kanda. (Uwo-)***

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less
Skip to toolbar