Breaking News
Trending Tags

Kasus Video AI Tak Senonoh Libatkan Alumnus SMAN 11 Semarang, Korban Siswi dan Guru

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Sebuah kasus penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) menggemparkan warga Semarang setelah beredar video dan foto tak senonoh yang diduga hasil rekayasa digital dengan menampilkan wajah guru dan siswi dari SMAN 11 Semarang. Dalam kasus ini, terduga pelaku adalah Chiko Radityatama Agung Putra, yang merupakan alumnus sekolah tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga memanfaatkan teknologi AI untuk menempelkan wajah para korban ke tubuh orang lain dalam konten berunsur pornografi. Hal ini tentu saja membuat resah banyak pihak, terutama pihak sekolah dan keluarga korban.

Salah satu korban diketahui adalah alumnus sekolah yang kini tengah menempuh pendidikan tinggi dan sedang menjalani ujian tengah semester.

“Informasi dari teman-teman, salah satu korban sekarang mahasiswa dan sedang menjalani UTS,” ungkap Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jawa Tengah, Eka Suparti.

Eka menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari para korban, namun tetap bersiap memberikan pendampingan jika dibutuhkan.

“Kami tidak bisa memaksa korban melapor, tetapi kami fokus pada pencegahan agar anak-anak tidak menjadi korban teknologi yang disalahgunakan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Jateng, Ema Rachmawati, juga membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan sedang mengidentifikasi para korban.

“Kami masih dalam tahap investigasi dan pengumpulan data. Kebanyakan korban merupakan siswi dan guru SMAN 11 Semarang, sementara pelaku sudah lulus,” jelas Ema.

Proses pendataan berjalan cukup lambat karena sebagian korban sedang menempuh studi di luar kota dan belum bisa dihubungi secara langsung.

“Mereka sedang ujian, jadi minta waktu. Kami maklumi,” tambahnya.

DP3AP2KB kini juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng untuk menyiapkan pendampingan psikologis bagi para korban.

Di sisi lain, informasi mengenai latar belakang pelaku juga mulai terungkap. Berdasarkan penelusuran, Chiko merupakan anak dari pasangan polisi yang telah bercerai sejak ia duduk di kelas 5 SD.

“Menurut kepala sekolahnya, kedua orang tua Chiko memang dari kepolisian. Saat ini, dia tinggal bersama ibunya,” terang Eka, Kamis (16/10).

Belum ada informasi lebih lanjut apakah Chiko masih berkomunikasi dengan ayahnya hingga saat ini.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less